Sony Ragu Tampil Maksimal di Malaysia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Sony Dwi Kuncoro merasa ragu untuk bisa memberikan performa terbaiknya dalam turnamen super seri Malaysia Terbuka yang akan dimulai Selasa (6/12) ini. Meski menjadi unggulan kedua, Sony merasa persiapan minim dapat menjadi kendala dalam perjuangannya untuk bisa menang dalam turnamen pertama di tahun 2009 ini. “Pokoknya saya akan berusaha, tapi dengan latihan seperti ini, saya tidak terlalu yakin,” katanya.

    Memang, Sony mengaku bahwa latihan baru praktis dimulai sejak 2 januari lalu. “Hari minggu sudah harus berangkat, dan kalaupun berlatih di sana juga tidak akan dipaksakan terlalu berat,” katanya ketika ditemui di Cipayung Jumat lalu. Oleh karena itu, Sony pun tidak mau menetapkan target muluk di turnamen ini.

    Pada babak pertama, Sony pun harus berhadapan dengan Wong Choong Han. Dari sembilan kali pertemuan mereka, Sony unggulan 5-4 atas Wong. Pertemuan terakhir di Cina Terbuka tahun 2007 lalu menjadi tanda keunggulan Sony tersebut. 

    Selain Sony, ada lima atlet tunggal putra yang juga akan bertarung di turnamen ini. Antara lain adalah atlet muda Alamsyah Yunus yang akan berjuang dari babak kualifikasi. Selain itu, ada Simon Santoso – unggulan delapan - yang akan bertemu dengan Arvind Bhat dari India 

    Adapun Andre Kurniawan Tedjono, yang berangkat ke Malaysia atas biaya sendiri, harus langsung berhadapan dengan unggulan satu asal Malaysia Lee Chong Wei. Sementara Taufik Hidayat, akan berhadapan dengan Chan Yan Kit dari Taiwan. 

    Taufik menyatakan bahwa dirinya akan lebih memilih absen dari Turnamen ini dengan alasan kurang persiapan. Dia mengaku masih kelelahan setelah berlaga di turnamen final Super Seri di Kinabalu beberapa waktu lalu. “Kalau bisa saya ingin mundur, saya sudah memberitahu kepada pengurus,” katanya. 

    EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.