Citra Satria Kembali Menelan Kekalahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim basket Citra Satria belum bisa bersuara lantang di hari kedua putaran pertama Liga Basket Indonesia (IBL). Tim itu kembali menerima kekalahan, kali ini dari Pelita Jaya 68-50 di Hall Basket Senayan Jumat (23/1).

    Pada kuarter pertama, Citra Satria mampu menahan imbang 11-11. Namun sayangnya, hal itu tidak mampu terjadi pada kuarter-kuarter selanjutnya. Manager tim, Rommy Tanaka, mengakui kelemahan masih mewarnai timnya itu. “Memang hari ini (kemarin) kami tidak bermain bagus, defense dan offense kurang, bahkan tembakan bebas saja juga tidak dimanfaatkan dengan baik,” katanya. 

    Meski demikian, Rommy tetap optimistis bahwa timnya akan mampu meningkatkan peringkat pada musim ini. “Mungkin kita akan ambil peluang yang banyak di Bandung (putaran tiga),” katanya. Menurutnya, segala kekurangan yang ditunjukkan timnya itu tidak lain terkait masalah minimnya pengasahan kekuatan mental. 

    Sebelumnya, Citra Satria memang harus menelan kekalahan saat berhadapan dengan Garuda Flexi Bandung di hari pertama. Citra Satria tidak mampu berbuat banyak dan harus tertinggal 48-94 atas Garuda. 

    Adapun pemain senior Pelita Jaya, Ali Budimansyah, menilai bahwa dengan bekal kemenangan kali ini, dia bersama rekan-rekannya semakin optimistis untuk bertarung melawan tim kuat XL Aspac pada hari minggu nanti. “Dilihat dari statistik dan juga hasil sparring, kelihatannya mental yang lebih akan bermain,” katanya. 

    Ali menilai bahwa dengan dominasi materi pemain muda yang menghiasi masing-masing tim, maka peta kekuatan tidak akan sama seperti musim sebelumnya. Dia pun mengaku siap untuk kembali turun ke lapangan jika memang dibutuhkan. “Yang jelas saya tidak akan bermain full seperti dulu lagi, sifatnya hanya sebagai pengganti saja,” katanya. 

    EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.