MotoGP: Joan Mir Ungkap Sudah Ada Pembicaraan Dengan Repsol Honda

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pembalap Team Suzuki Ecstar Joan Mir duduk di garasi tim saat sesi latihan bebas 1 MotoGP seri Pertamina Grand Prix of Indonesia 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Jumat 18 Maret 2022. Ajang balapan MotoGP seri kedua 2022 tersebut berlangsung pada 18-20 Maret 2022. ANTARA FOTO/Andika Wahyu

    Pembalap Team Suzuki Ecstar Joan Mir duduk di garasi tim saat sesi latihan bebas 1 MotoGP seri Pertamina Grand Prix of Indonesia 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Jumat 18 Maret 2022. Ajang balapan MotoGP seri kedua 2022 tersebut berlangsung pada 18-20 Maret 2022. ANTARA FOTO/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Suzuki Joan Mir langsung bergerak cepat usai timnya memutuskan bakal meninggalkan balapan MotoGP musim depan. Pembalap asal Spanyol itu mengungkapkan sudah mulai membuka pembicaraan dengan tim-tim MotoGP lainnya, salah satunya ialah dengan Honda.

    Status Joan Mir berpotensi akan terjawab dalam waktu dekat. Sebab, juara dunia MotoGP 2020 ini merupakan pembalap yang punya kualitas. Ia bersama rekan satu timnya di Suzuki, Alex Rins, bersaing ketat di posisi enam besar klasemen pembalap MotoGP.

    Keputusan Joan Mir untuk segera mencari tim baru tidak lepas dari keputusan Suzuki yang bakal meninggalkan balapan MotoGP musim depan. Alasan finansial disebut-sebut menjadi penyebab tim pabrikan Suzuki memutuskan hengkang.

    Jaon Mir menuturkan pilihan ke Honda sejauh ini merupakan hal yang paling realistis. "Dari Jerez (MotoGP Spanyol), kami resmi masuk pasar," kata Joan Mir.

    Pembicaraan soal masa depan di MotoGP, menurut Joan Mir, sudah bergulir sebelum Suzuki mengambil keputusan. “Sekarang, yang pasti, manajer saya akan memiliki lebih banyak pekerjaan daripada yang dia harapkan. Dia berbicara dengan Honda, dengan pabrikan yang berbeda, untuk mencoba memperbaiki masa depan saya. Tapi itu tidak mudah," ujarnya.

    Pembalap berusia 24 tahun ini menegaskan bahwa keputusannya sudah tepat dan tidak terburu-buru. Ia mengatakan setiap pembalap pasti ingin menegaskan masa depannya di MotoGP jika berada dalam posisinya.

    "Semua orang sama dalam hal itu. Segera setelah kami memiliki sesuatu, itu akan lebih baik bagi saya, untuk semua orang," tutur Joan Mir.

    Dengan ketertarikan yang sangat besar antara Joan Mir dan Repsol Honda, kepindahan untuk bergabung dengan Marc Marquez bakal membuat posisi sesama pembalap Spanyol Pol Espargaro terancam. Setelah Jerez, sebuah laporan di media Italia menyatakan Espargaro telah diberitahu oleh Honda bahwa dia akan dilepas.

    Namun, Espargaro membantahnya dan menyatakan berita tersebut palsu dan tidak benar. Dia mengatakan malah tetap berdialog dengan Honda serta tim lain mengenai masa depannya.

    "Kita berada di dunia di mana kita semakin dikelilingi oleh berita palsu. Saya memiliki seorang manajer yang berbicara dengan tim yang berbeda, begitu juga dengan Honda (tentang tahun depan),”kata Espargaro.

    Jika pintu ke Repsol Honda tertutup. pilihan lain bagi Joan Mir ialah hijrah ke Yamaha. Dampaknya, posisi Franco Morbidelli bisa terancam karena harus dinegosiasikan dari kotnraknya yang akan berlangsung hingga akhir 2023.

    Pilihan lainnya ada pada Aprilia. Meski demikian, nampaknya Repsol Honda menjadi target utama Joan Mir yang punya modal gelar juara dunia.

    Dampak lainnya dari kepergian Joan Mir ialah timnya di Suzuki kemungkinan besar akan pecah. "Yang pasti, jika saya dapat memiliki tim saya, itu akan sangat bagus," ujar Mir.

    Berbeda Joan Mir, Alex Rins sejauh ini mengatakan tidak ada pembicaraan yang terjadi dengan tim lain. Namun, ia berharap sudah ada keputusan yang bisa diambil usai MotoGP Prancis akhir pekan ini di Sirkuit Le Mans.

    Baca: Suzuki Mundur dari MotoGP Akhir Tahun Ini, Joan Mir Ingin Akhir Indah


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.