Sempat Pecahkan Rekor, Perenang Swedia Didiskualifikasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO InteraktifSydney: Perenang Swedia Therese Alshammar sempat memecahkan rekor dunia yang dicetaknya sendiri di nomor 50 meter gaya kupu-kupu pada kejuaraan di Australia, Selasa (17/3). Namun, ia didiskualifikasi Swimming Australia karena mengenakan dua pakaian renang.

    Alshammar mengemas rekor 25,44 detik pada kualifikasi yang digelar Selasa pagi. Catatan tersebut lebih cepat 0,02 detik dari rekor yang dicetaknya di Barcelona pada 13 Juni 2007 dengan waktu 25,46 detik.

    Akan tetapi, ofisial setempat menemukan bahwa Alshammar mengenakan dua pakaian renang dalam lomba tersebut. Menurut Swimming Australia, berdasarkan peraturan baru Badan Renang Dunia (FINA) yang diratifikasi akhir pekan lalu serta peraturan Swimming Australia, Alshamaar harus didiskualifikasi. Sebab, peraturan tersebut menyebutkan bahwa perenang hanya diperbolehkan mengenakan satu pakaian renang.

    Juru bicara Swimming Australia Ian Hanson mengatakan bahwa Alshammar akan mengajukan banding atas keputusan yang diambil setelah rapat sekitar lima jam tersebut. Banding yang dilakukan Alshammar juga akan didengarkan pada Selasa dengan wasit Janelle Barnett.

    Menurut peraturan baru FINA, pakaian renang tidak boleh menutupi leher dan tidak boleh melewati engkel dan panggung. Peraturan itu diratifikasi FINA pada Sabtu lalu di Dubai, Uni Emirat Arab.

    Alshammar sendiri tidak akan memiliki peluang lagi untuk memecahkan rekornya di kejuaraan Australia. Sebab, sebagai orang non-Australia, ia tidak boleh tampil di semifinal atau final.

    Alshammar, pemegang gelar juara dunia non-Olimpiade, telah berlatih dengan para perenang Australia di Sydney dalam dua bulan terakhir.

    "Saya sendiri terkejut. Saya sangat senang," ujar Alshammar ketika memecahkan rekor sebelum didiskualifikasi.

    AP| KODRAT SETIAWAN 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.