Satria Muda Britama Kembali Ditakluk Patriots

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Satria Muda Britama takluk kepada Philippine Patriots dalam pertandingan kedua babak final Liga basket ASEAN, Rabu (17/2). Di hadapan pendukung Patriots di Fil Oil Flying V, Filipina, Satria Muda menelan kekalahan 53-72.

    Dari hasil pertandingan ini, kedudukan sementara 2-0 untuk Patriots. Pertandingan sebelumnya, Satria Muda Britama kalah 68-78. Pertadingan ketiga akan berlangsung di Britama Arena Sportmall, Jakarta pada 21 Februari mendatang.

    "Hari ini kami bermain bagus. Ini pertandingan besar," kata Louice Alas, pelatih Philippine Patriots usai pertandingan.

    Pada babak pertama, Satria Muda hanya mampu mengimbangi permainan Patriots sampai menit ke lima. Rony Gunawan tampil cukup menawan dengan menyumbangkan enam point selama lima menit awal. Namun, tembakan tiga angka Waren Ybanez membuat Patriots kembali unggul 11-8. Perolehan angka untuk Patriots terus bertambah setelah tembakan tiga angka bertubi-tubi melesat ke ring Satria Muda hingga selisih angka semakin lebar. Sampai akhir kuarter satu Patriots unggul 19-13.

    Memasuki kuarter kedua, pergerakan Gabriel Freeman dan kawan-kawannya tidak dapat dibendung pemain Satria Muda sehingga mereka leluasa mencetak angka untuk patriot. Hingga akhir kuarter dua, Satria Muda tertinggal jauh 26-41.

    Babak kedua, pemain Satria Muda berusaha mengejar ketertinggalan. Permainan di awal kuaretr tiga cukup seru. Melalui permainannya yang ulet, Gunawan mempersembahkan sembilan poin di kuarter tiga untuk Satria Muda. Namun usaha pemain Satria Muda tida membuahkan hasil yang gemilang. Hingga akhir kuarter tiga masih tertinggal sembilan poin, dengan skor 43-52.

    Di kuarter akhir, pertahanan tim asuhan Fictor Gedeon Roring semakin melemah sehingga pemain patriots dapat dengan mudah terus mencetak angka. Ditambah lagi rebound yang dilakukan pemain kurang akurat menjadikan selisih angka kembali melebar. Sampai akhir permainan skor Satria Muda tertinggal jauh 53-72.

    "Kita kalah di rebonds," kata Dwui Eriano manajer tim Satria Muda Britama kepada Tempo melalui pesan singkatnya.

    Dari hasil kekalahan dua pertandingan awal ini, Satria Muda mempunyai beban berat untuk dapat menjadi juara Liga. Satria Muda harus bisa memenangkan tiga game yang tersisa. Dua game selanjutnya dalam final yang menggunakan sistem best of five ini akan digelar di Britama Arena Sportmall Jakarta pada 21 Februari dan 24 Februari. Sedang game terakhir akan dilangsungkan di Ynares Sports Arena, Filipina, 28 Februari nanti.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.