Tour de Singkarak Tak Lagi Melewati Lembah Anai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO Interaktif, Padang - Tournamen balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) II yang akan digelar di Sumatera Barat pada 1-6 Juni 2010 tak lagi melewati tanjakan Lembah Anai seperti event pertama tahun lalu.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Barat, James Hellyward, mengatakan, rute Tour de Singkarak II tidak melewati Lembah Anai yang terkenal dengan Air Terjunnya, bukan karena jalan dan jembatannya rusak akibat longsor dan banjir banding dua minggu lalu.

    “Tapi karena dari awal sengaja dipindahkan melewati jalur lain yang lebih menantang dan lebih jauh, yaitu Kelok 44 melewati Danau Maninjau dari Kota Pariaman,” kata James, Senin (19/4).

    Peserta TdS II jauh lebih banyak dari Tds I, terutama peserta dari luar negeri. Sebanyak 25 negara akan ikut ambil bagian, padahal tahun lalu hanya 14 negara. Tahun ini TdS akan menempuh 6 stage dengan jarak total 677 kilometer, sedangkan tahun lalu hanya 459 kilometer.

    Stage 1 sejauh 15,8 kilometer di dalam Kota Padang dengan start di Taman Budaya Padang Stage 2a Padang-Kota Pariaman 84,5 kilometer. Stage 2b, Kota Pariaman-Muko-Muko (Maninjau) 90,6 kilometer.  Stage 3, Muko-Muko – Bukittinggi sejauh 51,3 kilometer dengan melewati tanjakan yang sangat menantang di Kelok 44. Stage 4, Padangpanjang-Kota Sawahlunto sejauh 88,2 kilometer dengan start di depan Jam Gadang Bukittinggi melewati Istano Basa Pagaruyung

    Stage 5, Kota Sawahlunto- Batusangkar sejauh 102,4 kilometer. Stage 6 sebagai stage puncak, Bukittingi-Solok sejauh 244,6 kilometer. Stage terakhir ini mengelilingi Danau Singkarak dan menuju Danau Diatas dan Danau Dibawah di Kabupaten Solok.

    James mengatakan di setiap kabupaten dan kota tim peserta dan ofisial akan disambut dengan aneka acara kebudayaan masing-masing. Misalnya di Istano Basa Pagaruyung, Tanahdatar para peserta akan dijamu dengan ’makan bajamba’ atau makan bersama bersila secara tradisional. ”Para tamu asing itu rencananya akan memakai kain sarung dan pakaian adat Minang,” katanya.

    Febrianti


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.