Presiden: SEA Games Harus Sukses  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar rapat membahas penyelenggaraan SEA Games 2011. Keberhasilan SEA Games dinilai bisa mendongkrak citra bangsa.

    "Kita harus berhasil dalam menyelenggarakan SEA Games," katanya sebelum memulai rapat di Kantor Presiden, Komplek Istana Negara, Selasa (20/07).

    SEA Games akan di gelar di Sumatera Selatan November 2011. Presiden menilai sisa waktu setahun adalah waktu yang singkat. "Satu tahun itu akan cepat sekali," katanya.

    Karena itu ia minta semua pihak terlibat dalam mensukseskan acara ini. Sebab, kata Presiden, "Ini pekerjaan semua. Ini misi bangsa kita, bukan hanya tugas Gubernur, Menpora dan Koni."

    Presiden mengatakan kesuksesan SEA Games dinilai dari suksesnya penyelenggaraan dan prestasi. "Untuk mencapai itu tiada lain adalah persiapan yang baik latihan yang efektif," katanya.

    Untuk itu, Presiden melanjutkan, penyenggara harus belajar dari negara-negara lain. Banyak negara yang ekonominya lebih rendah, kata Presiden, sukses menggelar acara besar. "Contoh World Cup di Afrika Selatan," katanya.

    Kesuksesan penyelenggaraan SEA Games, kata Presiden, akan berdampak positif bagi citra baik bangsa. Citra yang positif dinilai bisa membuka peluang lain bagi dunia usaha.

    Untuk itu, Presiden melanjutkan, penyenggara harus belajar dari negara-negara lain. Banyak negara yang ekonominya lebih rendah, kata Presiden, sukses menggelar acara besar. "Contoh World Cup di Afrika Selatan," katanya.

    Kesuksesan penyelenggaraan SEA Games, kata Presiden, akan berdampak positif bagi citra baik bangsa. Citra yang positif dinilai bisa membuka peluang lain bagi dunia usaha.

    Pesta olahraga itu pertama kali bernama SEAP Games, Southeast Asian Peninsular Games, pada 1959. Sejak 1977 dengan masuknya Indonesia dan Filipina berganti nama menjadi SEA Games. Indonesia sudah menjadi tuan rumah pesta olaharaga multicabang itu tiga kali pada 1979, 1987, dan 1997.

    Dari 17 pergelaran sejak 1977, Indonesia juara sembilan kali. Tapi, sejak 1999, Indonesia tidak pernah juara lagi sampai kejuaraan terakhir di Laos dua tahun lalu. Dalam pergelaran terakhir mereka hanya menduduki peringkat ketiga dari 11 peserta
    dalam pengumpulan medali. Vietnam di urutan kedua dan Thailand juara umum. Perolehan medali emas di Laos 43 keping atau setengah dari perolehan Vietnam dan Thailand.  DWI RIYANTO AGUSTIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?