Sandy Gumulya Kembali Juara Setelah Dua Tahun Paceklik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandy Gumulya. ANTARA/Andika Wahyu

    Sandy Gumulya. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Setelah dua tahun paceklik gelar, Sandy Gumulya bangkit dari keterpurukan dengan menjuarai Turnamen tenis Sportama ITF Women's Circuit US $ 10.000 yang berlangsung di lapangan tenis Elite Club Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Ahad (3/10).

    Pada pertandingan final menghadapi petenis Selandia Baru, Katherine Westbury, pemain unggulan ketiga ini tampil apik menekuk lawannya dalam dua set langsung, 6-3, 6-0. "Setelah dua tahun tidak ada juara, baru sekarang ini saya juara lagi,” kata Sandy usai menerima piala dan hadiah senilai US $ 1.568.

    Sandy sempat berhenti dari tenis setelah mengalami cidera lutut saat bertanding di Hamilton, Selandia Baru, Maret 2009 lalu. “Saya merasa telah menemukan permainan saya yang dulu, tetapi belum seratus persen,” kata gadis kelahiran Jakarta, 1986 ini.

    Pertandingan final sempat terhenti sekitar tiga jam karena hujan deras. Saat itu kedudukan 6-3, 1-0 untuk keunggulan Sandy. Pertandingan kemudian dilanjutkan di lapangan tertutup. Memasuki game kedua set kedua, Sandy langsung mendominasi permainan dengan variasi pukulannya. Di game kelima, Sandy beruhasa keras mematahkan servis lawan hingga delapan kali deuce, sehingga pertandingan set kedua berakhir 6-0.

    Katrine mengaku kesulitan menghadapi permainan Sandy. “Dia (Sandy) lebih berpengalaman dan permainannya juga bagus,” kata petenis berusia 17 tahun ini. “Di set kedua, saat bermain di lapangan indoor saya memang banyak melakukan kesalahan sendiri karena penglihatan saya kurang bagus sehingga banyak melakukan kesalahan sendiri,” tambah Katrine yang mengaku puas dengan prestasinya sebagai runner up sekaligus mendapatkan hadiah US $ 990.

    Bagi Sandy, gelar ini sebagai pembuktian dirinya sekaligus membuatnya semakin percaya diri menapaki karirnya di dunia tenis setelah sempat vakum. Dua gelar terakhir diraihnya di tahun 2008 yaitu, juara Women's Challenge US $ 25.000 di Augusta, Georgia, Amerika Serikat dan Women's Circuit US $ 10.000 di Surakarta, Indonesia.

    Langkah selanjutnya, Sandy akan kembali bertanding di Turnamen Alfamart Internasional ITF Women's Circuit yang akan digelar di lapangan tenis Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 3-10 Oktober. Pemain nasional yang kini mempunyai rangking 590 dunia ini menjadi unggulan pertama. “Selasa saya mulai main lagi,” katanya.

    Sandy tidak memasang target juara pada turnamen Alfamart Internasional bernilai US $ 10.000 itu. “Bermain dengan baik, tahap demi tahap itu saja.”

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.