Sergey Kudentsov Rajai Etape Keempat Tour D'Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Semarang - Pembalap asal Rusia Sergey Kudentsov menjadi juara untuk kedua kalinya pada perlombaan sepeda Speedy Tour D’Indonesia. Juara etape pertama itu embali jadi yang tercepat di etape keempat, antara Pekalongan-Semarang sejauh 89,4 kilometer, Rabu (27/10).

    Pembalap yang membela tim Polygon Sweet Nice (PSN) Indonesia itu menjadi juara dengan mencatatkan waktu 2 jam 6 menit. Posisi kedua direbut pembalap dari Malaysia National Team, Saleh Moch. Zamri. Sedangkan Projo Waseso dari Kutai Kartanegara finis di urutan ketiga.

    “Hari ini saya bisa mengontrol perlombaan dan bisa memecahkan diri dari rombongan kemudian bekerjasama dengan rekan satu tim, sehingga bisa menang,” kata Sergey.

    Sergey memperbaiki rekornya setelah di etape ketiga rute Cirebon-Pekalongan ia hanya bisa menduduki urutan ke-85 dari 90 pembalap. Saat itu, Sergey menjadi salah satu pembalap yang salah jalur.

    Karena kegagalannya berada di urutan terdepan pada etape ketiga itu, maka Yelow Jersey (kaos kuning) tanda pimpinan umum klasemen lomna jatuh ke tangan rekannya, Hari Fitrianto. “Kehilangan Yelow Jersey tidak masalah bagi saya, apalagi kaos itu jatuh di tangan rekan satu tim. Yang terpenting bagi saya itu bagus buat tim,” kata Sergey.

    Etape keempat ini sempat diearnai sejumlah kecelakaan. Juara etape kedua, Muhammad Taufik, terjatuh di hutan alas Roban di sekitar kilometer ke-18,4. Karena sepedanya patah ia pun gagal melanjutkan lomba. Akibatnya, sesuai aturan, pembalap Tim ISSI Yogyakarta tak bisa tampil dalam etape berikutnya.

    Pembalap ISSI Yogyakarta lainnya, Nugroho Krisnanto, juga sempat terjatuh dan mengalami cedera setelah bertabrakan dengan pembalap lainnya di 200 meter menjelang garis finish. Ia mengalami luka di bagian lengan kanan dan kaki kanannya. Selain itu, sepeda yang dikendarainya juga patah di bagian fork sepedanya juga patah. Tapi ia masih bisa masuk finis. “Untung besok ada dua hari libur, jadi kami masih bisa mengupayakan sepeda untuk Nugroho,” kata Dadang Haris Purnomo, pendamping tim Yogyakarta.

    Usai etape keempat ini, Yelow Jersey masih bisa dipertahankan Hari Fitrianto
    berkat akumulasi waktunya masih yang tercepat. Di urutan kedua klasemen umum ditempati rekan setimnya, Herwin Jaya, dengan selisih waktu dua detik. Di urutan ketiga ditempati Lex Nederlof (CCN-Colossi) dengan selisih sebelas detik.

    Selain sebagai pemegang Yelow Jersye, Hari juga berhak atas Red-White Jersey (kaos merah-putih) karena menjadi pembalap Indonesia tercepat. Tetapi karena tidak bisa menggunakan dua kaos sekaligus dalam perlombaan, maka Red-White Jersey yang lebih rendah levelnya diberikan kepada teman setimnya, Herwin. “Balapan kali ini sesuai dengan strategi tim mengamankan posisi klasemen dan juga Yelow Jersey. Saya yakin dengan kerjasama tim yang bagus, kami bisa tetap menjadi yang teratas,” kata Hari.

    Hari ini para pembalap akan mengikuti etape peduli merapi sebagai pengganti perlombaan etape kelima rute Semarang-Yogyakarta yang dihapus larema meletusnya gunung merapi. Hadiah 6.510 dolar AS yang seharusnya akan diperebutkan akan disumbangkan kepada korban merapi.

    Ketua Umum ISSI Phanny Tanjung mengatakan, hari ini para pembalap akan tetap diberangkatkan dari Semarang mengambil star kantor Telkom di Jalan pahlawan Semarang pukul 09.00 WIB. Setelah itu pembalap akan bersepeda sejauh sepuluh kilometer, di sekitar Ungaran mereka akan melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta dengan mobil dan bis.

    Sekitar sepuluh kilometer sebelum finis di Yogyakarta di daerah Magelang, pembalap akan kembali bersepeda menuju garis finis di depan Monumen Yogya Kembali. “Untuk menghargai panitia yang telah menyiapkan acara di sana,” kata Phanny. Selanjutnya, rombongan Speedy Tour D’Indonesia akan memberika sumbangan langsung kepada korban gempa.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.