Tontowi/Liliyana Mohon Doa Rakyat Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, saat melawan ganda campuran Korea Selatan Lee Yong-dae dan Ha Jung-eun, pada pertandingan Badminton di London (29/7). AP Photo/Saurabh Das

    Pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, saat melawan ganda campuran Korea Selatan Lee Yong-dae dan Ha Jung-eun, pada pertandingan Badminton di London (29/7). AP Photo/Saurabh Das

    TEMPO.CO, London - Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar mendapatkan hasil terbaik dalam laga semifinal Olimpiade 2012, di Wembley Arena, Kamis sore ini, 18.30 WIB.

    “Kami memohon doa dari masyarakat Indonesia. Semoga performa kami selanjutnya lebih bagus lagi dan bisa menang terus. Kami akan berusaha untuk melaju selangkah demi selangkah,” kata Tontowi.

    Ganda campuran peringkat tiga dunia itu akan menghadapi pasangan dari Cina, Xu Chen/Ma Jin. Kedua pasangan ini terakhir kali bertemu dalam ajang Djarum Indonesia Open Super Series 2012 lalu. Kala itu Tontowi/Liliyana berhasil mengalahkan Xu/Ma.

    Namun, Tontowi/Liliyana tak mau menganggap enteng calon lawannya itu. Pasalnya, jawara All England 2012 ini juga pernah menelan kekalahan dari Xu/Ma. “Tentunya kami akan berusaha sekuat tenaga. Mudah-mudahan kami bisa memberikan yang terbaik, yaitu medali emas untuk Indonesia” ujar Liliyana.

    Harapan bangsa Indonesia untuk melihat atletnya meraih medali di cabang bulu tangkis kini berada di pundak Tontowi/Liliyana dan Mohamad Ahsan/Bona Septiano. Pemain Indonesia lainnya harus gugur lebih awal.

    Simon Santoso, Taufik Hidayat, dan Adriyanti Firdasari harus menelan kekalahan dari lawan-lawannya di babak 16 besar. Sementara pasangan ganda putri Greysia Polii/Meiliana Jauhari, didiskualifikasi oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia terkait tuduhan tak sportif di laga terakhir fase grup.

    PBSI | ANTONIUS WISHNU

    Berita lainnya:
    BWF Diskualifikasi Delapan Atlet Badminton

    Dinilai Tak Sportif, Jauhari/Polii Bakal Disidang

    Buat Apa Bonus yang Didapat Triyatno?

    Pellegrino Tahu Soal Indonesia dari Media Sosial

    Perkuat Timnas, Ponaryo dan Firman Diancam Klubnya

    Eko Yuli dan Triyatno ''Angon'' Kambing Bareng


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?