Jakarta Electric PLN Kewalahan Bekuk BNI 46  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim putri Jakarta Electric PLN menang atas tim Jakarta BNI 46 di Proliga 2015 Balikpapan, 7 Februari 2015. TEMPO/SG Wibisono

    Tim putri Jakarta Electric PLN menang atas tim Jakarta BNI 46 di Proliga 2015 Balikpapan, 7 Februari 2015. TEMPO/SG Wibisono

    TEMPO.CO, Balikpapan -Tim bola voli putri Jakarta Electric PLN bersusah payah mengatasi perlawanan tim Jakarta BNI 46 skor 3-1 dalam kompetisi Proliga di Balikpapan Kalimantan Timur, Sabtu, 7 Februari 2015. Saling kejar perolehan poin terjadi antara kedua tim yang memiliki kekuatan merata di setiap lini.

    Tim PLN mengawali keunggulan tipis di set pertama 25 - 19. Tim BNI 46 mencoba bangkit di set kedua dengan mengandalkan dua pemain asing Alexsandra Milosavljevic dan Antonija Kaleb yang berposturkan fisik di atas rata-rata pemain Indonesia.

    Walhasil, Tim BNI 46 mampu merebut set kedua ini dengan susah payah serta menutupnya dengan skor ketat 23-25. Namun tim BNI 46 tidak mampu mempertahankan konsistensi permainannya.

    Pada set ketiga, BNI 46 tertinggal 25 - 22 atas tim yang didukung pemain jelita Tri Retno Mutiara. Tim PLN makin menunjukkan keperkasaanya saat dengan mudah menyudahi set keempat skor 25-8.

    Asisten Pelatih tim PLN, Risco Herlambang memuji permainan anak asuhnya yang mampu bermain tenang menghadapi tekanan lawan. Menurut Risco, lawannya sudah memberikan perlawanan sengit yang menyulitkan tim PLN. “Pemain kami mampu bermain dengan baik menghadapi tekanan,” ujarnya.

    Asisten Pelatih tim BNI 46, Zulnan Budiansyah mengakui tim lawan bermain lebih baik dibanding anak didiknya. Namun demikian, dia menilai tim BNI 46 sudah memberikan perlawanan terbaiknya. “Memang tim lawan bermain lebih baik. Proliga diisi oleh tim tim yang bagus,” tuturnya.

    SG WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.