Bina Atlet Muda, PBSI Gandeng Malaysia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulutangkis Indonesia, Tommy Sugiarto tertunduk usai dikalahkan oleh pebulutangkis asal Malaysia, Lee Chong Wei di finla tunggal putra Turnamen Badminton Malaysia Open Super Series 2014 di Kuala Lumpur, (19/1). REUTERS/Samsul Said

    Pebulutangkis Indonesia, Tommy Sugiarto tertunduk usai dikalahkan oleh pebulutangkis asal Malaysia, Lee Chong Wei di finla tunggal putra Turnamen Badminton Malaysia Open Super Series 2014 di Kuala Lumpur, (19/1). REUTERS/Samsul Said

    TEMPO.COJakarta - Menurunnya performa atlet bulu tangkis nasional membuat pengurus Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) berfokus mencari cara menaikkan kembali prestasi olah raga yang mengharumkan Merah-Putih pada dekade 1980-an dan 1990-an tersebut. 

    Setelah tahun lalu melakukan kerja sama dengan Korea, PBSI kali ini meneken kesepakatan pembinaan atlet muda dengan Malaysia.

    Di sela-sela pelaksanaan turnamen Malaysia Open 2015, PBSI menandatangani kerja sama dengan Asosiasi Badminton Malaysia atau Badminton Association of Malaysia (BAM), Sabtu, 4 April 2015. Kerja sama itu meliputi pertukaran atlet usia muda dan penelitian bersama guna peningkatan prestasi atlet.

    Acara penandatanganan yang digelar di Stadion Putra, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, itu dihadiri Presiden BAM Tengku Mahaleel Tengku Ariff serta wakilnya, Norza Zakaria. Sedangkan PBSI diwakili Sekretaris Jendral Anton Subowo dan Kepala Sub-bidang Hubungan International Bambang Rudianto. 

    Dalam kesempatan tersebut, Presiden BAM Tengku Mahaleel menjelaskan bahwa kerja sama antara BAM dan PBSI sekaligus menguatkan kerja sama pembinaan atlet usia muda yang telah disepakati oleh Malaysia dengan Korea serta Indonesia dengan Korea. 

    “Nanti pemain Malaysia bisa berlatih di Indonesia maupun Korea. Begitu pun pemain Indonesia maupun Korea, bisa berlatih di Malaysia,” ujar Tengku Mahaleel.

    Senada dengan Mahaleel, Sekjen PBSI Anton Subowo berharap kerja sama antara Indonesia dan Malaysia, setelah sebelumnya dengan Korea Selatan, bisa menguntungkan semua pihak. “Malaysia selama ini bagus di tunggal, sedangkan Indonesia bagus di ganda. Kita bisa saling mengisi dalam hal ini. Apalagi dengan Korea yang terkenal cukup maju sport science-nya,” ujar Anton.

    Bahkan, ke depan, Anton berharap ada turnamen persahabatan yang diikuti ketiga negara tersebut dengan pemain campuran. “Dalam turnamen itu nanti bisa dicampur pemain Indonesia dipasangkan dengan Korea atau dengan Malaysia. Dengan begitu, pemain junior kami harapkan bisa segera merasakan atmosfer pertandingan internasional,” kata Anton.

    MASRUR (KUALA LUMPUR)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.