Dinilai Tak Resmi, Manajer Timnas U-23 Dicopot

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo (tengah), dan Ketua Komite Tetap Pengembangan Industri Olahraga KADIN, Iman Arif (kedua kanan), bertukar berkas saat penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Rabu (23/1). ANTARA/Ismar Patrizki

    Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo (tengah), dan Ketua Komite Tetap Pengembangan Industri Olahraga KADIN, Iman Arif (kedua kanan), bertukar berkas saat penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Rabu (23/1). ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mencopot I Gede Widiade, Direktur Utama Persebaya Surabaya yang ditunjuk sebagai manajer tim nasional U-23 oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) pada awal Maret lalu.

    Hifni Hasan, Sekretaris Jenderal KOI, mengatakan manajer tim nasional U-23 harus ditunjuk lembaganya. "Manajer harus diganti karena akan berada di bawah bendera IOC (Komite Olimpiade Internasional)," kata Hifni Hasan, Selasa, 28 April 2015.

    KOI ditunjuk Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk menggantikan peran PSSI setelah dibekukan dua pekan lalu. Salah satu peran organisasi di bawah naungan IOC itu mengambil alih tugas induk sepak bola tersebut dalam persiapan SEA Games di Singapura bulan depan.

    Menurut Hifni, pencopotan Widadea akan disampaikan langsung ke Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam waktu dekat. Instansi yang dipimpin Imam Nahrawi itu akan diminta memberikan pandangan ihwal langkah pencopotan tersebut, “Seperti halnya penunjukan pengurus cabang olahraga lain, harus melalui persetujuan Menpora,” katanya.

    Adapun I Gede Widiade mengatakan belum tahu bila dirinya bakal dicopot oleh KOI. Namun dia pasrah karena sadar kewenangan kini ada di tangan organisasi tersebut. "Saya terserah, itu kewenangan mereka, saya tidak masalah," katanya.

    Widiade mengingatkan KOI bahwa segala hal yang menyangkut timnas U-23 diketahui persis oleh pengurus yang ditunjuk oleh PSSI sebelumnya. Jangan sampai pergantian pengurus akan merusak persiapan menghadapi SEA Games yang tak lagi sampai satu bulan.
    "Orang baru pasti akan membuka lembaran baru," katanya.

    TRI SUHARMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.