Liga Dihentikan, Cristian Gonzales Jual Apartemen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Arema Cronus, Christian Gonzales (kanan), dibayangi pesepakbola Persela Lamongan, Suroso (kiri),  pada laga lanjutan 8 besar Indonesia Super League (ISL) di stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, 25 Oktober 2014. Arema menang 4-0. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pesepakbola Arema Cronus, Christian Gonzales (kanan), dibayangi pesepakbola Persela Lamongan, Suroso (kiri), pada laga lanjutan 8 besar Indonesia Super League (ISL) di stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, 25 Oktober 2014. Arema menang 4-0. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Malang - Penghentian kompetisi Liga Super Indonesia, Divisi Utama, dan Liga Nusantara oleh PSSI per 2 Mei 2015 mulai mempengaruhi keuangan para pemain, terutama yang sudah berkeluarga. Salah satunya pemain Arema Cronus, Cristian Gerard Alfaro Gonzales alias Cristian Gonzales.

    Gonzales stres berat gara-gara Liga Super dihentikan. Penyerang berdarah Uruguay ini kelabakan menghidupi keluarganya. Itu terjadi sejak klub Singo Edan terancam bangkrut dan mulai kesulitan membayar gaji pemain dan pelatih karena tida ada duit dari sponsor, iklan, dan tiket tontonan.

    Gonzales dan istri, Eva Nurida Siregar, membutuhkan uang untuk melunasi pembelian apartemen mereka di Belanda. Mereka sudah membayar uang panjar, yang kini masuk masa tenggat pelunasan. Eva bilang seharusnya Gonzales yang melunasi.

    Tapi, Eva tak ingin Gonzales, yang sedang kesusahan, menjadi tambah tertekan. Dia dan Gonzales kemudian bersepakat menjual apartemen Waterplace milik mereka yang ada di Pakuwon, Surabaya Barat, Kota Surabaya. “Terpaksa kami jual apartemen di Pakuwon buat melunasi DP apartemen di Belanda. Sudah kami tawarkan seminggu lalu karena kami memang lagi butuh uang secepatnya, nih,” kata Eva, Selasa, 5 Mei 2015.

    Sudah ada penawar dengan harga Rp 800 juta. Namun Eva dan Gonzales masih berharap ada calon pembeli yang menawar dengan harga lebih tinggi. Bila tak lunas dalam pekan ini, maka uang panjar tersebut hangus dan apartemen gagal dimiliki. Pasangan Gonzales-Eva membeli apartemen di Belanda untuk ditinggali Amanda, anak sulung mereka yang melanjutkan studi di sana.

    Lagi pula, Gonzales dan Eva mempunyai banyak kerabat yang sudah jadi warga negara Belanda, sehingga sewaktu-waktu mereka berkunjung ke Belanda dan butuh tempat tinggal yang cukup lama. Gonzales, kata Eva, masih bertahan di Malang karena sangat respek dengan klubnya.

    Eva sangat berharap manajemen Arema Cronus tetap membayarkan gaji pemain. Bila kondisi persepakbolaan Tanah Air masih penyakitan, apa boleh buat, Eva berencana melego semua perabotan rumah mereka.

    ABDI PURMONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.