Pemerintah Godok Calon Komandan Asian Games

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nachrawi, melakukan pengecekan lintasan lari ketika berkunjung ke cabang olahraga atletik di Stadion Madya Senayan, Jakarta, 30 Oktober 2014. Imam Nachrawi meninjau beberapa pusat pelatihan cabang olah raga untuk menghadapi Asian Games 2018. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nachrawi, melakukan pengecekan lintasan lari ketika berkunjung ke cabang olahraga atletik di Stadion Madya Senayan, Jakarta, 30 Oktober 2014. Imam Nachrawi meninjau beberapa pusat pelatihan cabang olah raga untuk menghadapi Asian Games 2018. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO , Jakarta: Setelah diterbitkannya keputusan presiden mengenai Asian Games 2018, Kementerian Pemuda dan Olahraga akan segera memilih chief of command (COC) untuk pelaksanaan Asian Games. Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S. Dewabroto mengatakan dia sudah mengantongi beberapa nama yang akan dipilih menjadi komandan lapangan dalam pesta olahraga negara-negara se Asia tersebut.

    "Beberapa nama sedang kami jajaki. Mudah-mudahan paling lambat bulan depan sudah ditetapkan siapa yang akan menjadi komandan lapangannya," kata Gatot, Jumat, 8 Mei 2015.

    Gatot mengatakan, beberapa nama yang direkomendasikan untuk menjadi calon komandan lapangan Asian Games itu di antaranya adalah mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar, mantan Direktur Utama PT Telkom Rinaldi Firmansyah, dan Direktur Utama PT Blue Bird Purnomo Prawiro.

    Menurut Gatot, komandan lapangan untuk Asian Games ini harus segera dipilih untuk memastikan seluruh persiapan. Pertimbangan pemerintah untuk memilih komandan lapangan dari latar belakang pengusaha karena profesionalitasnya dalam menjalin kerja sama dan menggaet sponsor. “Orang bisnis lincah. Kami punya pengalaman saat KTT APEC, saat itu chief of command-nya Pak Chairul Tanjung dan acaranya semua berjalan sukses,” ujar dia.

    Selain akan segera memilih komandan lapangan Asian Games, pemerintah juga akan menyusun laporan dan persiapan untuk mengajukan beberapa cabang olahraga dan perkembangan pembangunan venues kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA). “Untuk road map-nya kami di internal Kemenpora juga akan melaksanakan focus gorup discussion (FGD),” katanya.

    Selain Kemenpora, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) juga saat ini tengah menjaring beberapa nama calon komandan lapangan yang akan diajukan kepada pemerintah. Ketua KOI Rita Subowo mengaku sudah memanggil beberapa orang untuk diminta kesediaannya menjadi komandan lapangan Asian Games.

    Namun, Rita enggan menyebut siapa saja calon itu. Dia berharap siapa pun nantinya yang akan dipilih harus mau bekerja maksimal untuk membantu menyukseskan gelaran Asian Games. "Itu nanti terserah pemerintah. Saya berharap sosok yang dipilih mau bekerja full time," katanya.

    Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Asian Games pada 2018. Jakarta dan Palembang dipilih menjadi kota penyelenggara. Sebelumnya, yang memenangi bidding penyelenggaran Asian Games adalah Hanoi, Vietnam. Namun, Vietnam menyatakan mundur dengan alasan kekurangan dana.

    Selain itu, Rita mengatakan saat ini pihaknya juga tengah menyiapkan laporan perkembangan persiapan Asian Games yang akan dilaporkan dalam Executive Board Meeting OCA di Iran pada 21 Mei mendatang. “Nanti akan kami laporkan seluruh kemajuan pelaksanaan, mulai dari anggaran sampai pembangunan fasilitas olahraga,” katanya.

    Persiapan Asian Games ini sempat terkatung-katung karena Presiden Joko Widodo tak kunjung menandatangani beleid itu karena struktur kepanitian yang diajukan terlalu gemuk dan tidak efisien. Setelah dilakukan beberapa kali revisi, keputusan presiden itu akhirnya ditandatangani. Di situ Jokowi langsung memimpin sebagai Ketua Tim Pengarah.

    Selain memasukan unsur pemerintah, dalam struktur kepanitian Asian Games pemerintah juga memasukan beberapa nama pengusaha, tokoh masyarakat, dan atlet. Mereka di antaranya adalah Rudy Hartono, Richard Sambera, dan Taufik Hidayat. Dari unsur pengusaha ada Gita Wirjawan, Erwin Aksa, Sandiaga Salahuddin Uno.

    ANGGA SUKMAWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.