KOI dan Kemenpora Bahas Dana Talangan Asian Games

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nachrawi, melakukan pengecekan lintasan lari ketika berkunjung ke cabang olahraga atletik di Stadion Madya Senayan, Jakarta, 30 Oktober 2014. Imam Nachrawi meninjau beberapa pusat pelatihan cabang olah raga untuk menghadapi Asian Games 2018. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nachrawi, melakukan pengecekan lintasan lari ketika berkunjung ke cabang olahraga atletik di Stadion Madya Senayan, Jakarta, 30 Oktober 2014. Imam Nachrawi meninjau beberapa pusat pelatihan cabang olah raga untuk menghadapi Asian Games 2018. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Komite Olimpiade Indonesia (KOI) akan membuat nota kesepahaman (MoU) ihwal pencairan dana jaminan penyelenggaraan Asian Games 2018 sebesar US$ 2 juta yang harus dibayarkan kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA).

    "Logikanya begini. Pemerintah kan punya uang. Bagaimana uang itu bisa dikeluarkan pemerintah kepada kita, harus jelas dasar hukumnya apa. Nah, itulah yang harus tertera dalam MoU," ujar Ketua Komisi Finance and Budgeting KOI Ahmed Solihin setelah menjalani rapat koordinasi persiapan Asian Games 2018 di Jakarta, Senin, 27 Juli 2015.

    Menurut dia, pembayaran dana tersebut merupakan kewajiban Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games untuk menjamin bahwa penyelenggaraan acara olahraga berskala internasional itu bisa berjalan lancar.

    Nantinya, jika seluruh rangkaian acara Asian Games yang akan berlangsung di DKI Jakarta dan Sumatera Selatan itu rampung, dana jaminan tersebut akan dikembalikan.

    Sementara itu, terkait dengan permintaan dana lain sejumlah US$ 15 juta yang ditawarkan OCA untuk promosi dan pemasaran, Ahmed menyatakan persyaratan tersebut bersifat "negotiable" alias dapat dinegosiasikan.

    "Uang US$ 15 juta itu diberikan kalau kita menyerahkan seluruh urusan promosi dan marketing kepada OCA. Kalau kita punya proposal tentang apa yang harus dikerjakan OCA dan apa yang jadi bagian kita, ya, dari US$ 15 juta itu bisa dibagi, begitu, lho. Tapi di anggaran kita tetap siapkan sejumlah itu, atau totalnya US$ 17 juta," tuturnya.

    Berdasarkan komunikasi intensif antara KOI dan OCA, Ahmed menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia sejauh ini masih dipercaya untuk menjadi penyelenggara Asian Games 2018 meskipun pembayaran dana jaminan yang disyaratkan sudah terlambat dari tenggat yang ditetapkan OCA.

    Ia mengatakan dana sejumlah US$ 17 juta atau sekitar Rp 231 miliar itu akan diambil dari anggaran KOI yang totalnya Rp 381 miliar.

    Sisanya, sekitar Rp 160 miliar, akan digunakan sebagai dana perencanaan dan kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengan koordinasi persiapan Asian Games 2018.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?