Di Etape Dua, Pebalap Ditantang Jinakan Tanjakan Tajam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap sepeda beradu kecepatan dalam etape pertama Tour De Singkarak 2015 di Padang, Sumatera Barat, 3 Oktober 2015. Etape Pertama Tour De Singkarak 2015 menempuh jarak 163 kilometer dari Pantai Carocok, Kabupaten Pesisir Selatan, menuju Pantai Gondoria, Kota Pariaman. ANTARA/M Agung Rajasa

    Pembalap sepeda beradu kecepatan dalam etape pertama Tour De Singkarak 2015 di Padang, Sumatera Barat, 3 Oktober 2015. Etape Pertama Tour De Singkarak 2015 menempuh jarak 163 kilometer dari Pantai Carocok, Kabupaten Pesisir Selatan, menuju Pantai Gondoria, Kota Pariaman. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejuaraan balap sepeda Tour de Singkarak (TDS) 2015 etape dua dari Padang Pariaman menuju Danau Singkarak, Solok, Minggu menawarkan sensasi baru karena lintasan ini pertama kali digunakan dan semua peserta dihadapkan dengan jalan yang menantang.

    "Etape ini memang rute baru. Cukup menantang karena memiliki tanjakan yang tinggi. Persaingan akan ketat di sini," kata pimpinan perlombaan TDS 2015, Sondi Sampurno saat dikonfirmasi sebelumnya.

    Etape kedua dengan jarak tempuh 140 kilometer ini cukup dinamis karena diwarnai dengan lintasan datar yang panjang. Setelah itu semua pebalap dihadapkan dengan tanjakan yang cukup tinggi dan panjang. Salah satu titik tanjakan itu berada di Panorama.

    Di Panorama ini juga ada titik King of Mountain (KOM). Di titik inilah pebalap dengan spesialisasi climber akan mengejar poin. Pebalap asal Iran, Indonesia maupun yang lain dipastikan akan bersaing dengan ketat di titik ini. Apalagi titik adalah kategori satu yang banyak menyiapkan poin.

    Semua pebalap saat melintasi etape ini juga ditawarkan sensasi melihat Kota Padang dari ketinggian. Selama ini lintasan ini selalu terlewatkan karena merupakan poros utama masuk ke ibukota Sumatera Barat itu dari wilayah Solok dan sekitarnya.

    Selain menawarkan sensasi baru, etape ini adalah titik awal bagi semua peserta kejuaraan dengan total hadiah Rp2,5 miliar itu mengejar waktu dan poin setelah pada etape pertama dari Pantai Carocok menuju Pantai Gondoria dan Pariaman tidak ada pencatatan karena ada masalah.

    Pada etape dua ini selain ada titik KOM juga ada tiga titik sprint yang harus dikejar oleh semua pebalap yaitu di kilometer 26,5 tepatnya di Pauh Kembar. Selanjutnya berada di kilometer 67 tepatnya di depan kantor gubernur dan yang ketiga di depan kantor Bupati Solok tepatnya di kilometer 125,5.

    "Kami akan mencoba mengambil titik-titik ini (sprint dan KOM). Yang jelas kami ingin memberikan kesempatan pada pebalap muda untuk mendapatkan pengalaman dan menambah jam terbang," kata pelatih Timnas Indonesia, Hendri Setiawan.

    Kurang lebih 130 pebalap dari 21 tim akan bersaing pada kejuaraan yang masuk kalender UCI dengan kategori 2.2 ini. Mereka akan menempuh total jarak tempuh 1.30-an kilometer yang terbagi dalam sembilan etape. Selain untuk perlombaan, kejuaraan ini juga mengenalkan destinasi wisata di Sumatera Barat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.