Taklukan Etape Tiga, Mehdi : "Saya Tidak Terpengaruh Asap"

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ki-ka : Pembalap Tabriz Petrochemichal Cycling Team (TPT), Mehrdi Sohrabi, merayakan kemenangannya usai memasuki garis finis disusul Pembalap 7-eleven Filipina, Jerry Aquino, dan Pembalap Budget Forklift, karl Evans Dalam etape terakhir Kejuaraan Balap Sepeda Tour de Singkarak, Sumatra Barat (9/6). Tempo/Seto Wardhana

    ki-ka : Pembalap Tabriz Petrochemichal Cycling Team (TPT), Mehrdi Sohrabi, merayakan kemenangannya usai memasuki garis finis disusul Pembalap 7-eleven Filipina, Jerry Aquino, dan Pembalap Budget Forklift, karl Evans Dalam etape terakhir Kejuaraan Balap Sepeda Tour de Singkarak, Sumatra Barat (9/6). Tempo/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pebalap yang turun pada kejuaraan balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TDS) 2015 mengaku tidak terpengaruh dengan asap yang mengepung beberapa wilayah di Sumatera Barat seperti Solok, Sijunjung maupun Dharmasraya.

    "Saya tidak seberapa terpengaruh dengan asap. Begitu juga dengan cuaca. Masih lebih panas di negara kami (Iran)," kata Mehdi Sohrabi yang merupakan juara etape tiga TDS dari Sijunjung menuju Dharmasraya, Senin.

    Menurut Mehdi, sepanjang perjalanan memang diselimuti dengan asap. Namun, perlombaan tetap berjalan sesuai dengan jadwal. Pihaknya tetap memberikan kemampuan terbaik sejak awal karena Teman satu timnya terus memberikan dukungan.

    Namun, kata dia, satu kilometer menjelang finis pihaknya mulai melakukan sprint bersama dengan pebalap lain tim yang berada dibarisan depan. Adu kekuatan sangat terlihat ketiga rombongan pebalap masuk 200 menjelang finis. Akhirnya Mehdi Sohrabi mampu menyentuh garis finis pertama.

    "Itulah hasilnya. Saya berusaha semaksimal mungkin saat mendekati finis," kata pebalap dari Tabriz Petrochemical Team Iran itu.

    Pernyataan sama disampaikan oleh pemegang green jersey, Mark John Lexer Galedo dari tim 7 Eleven Filipina. Menurut dia, asap juga tidak begitu berpengaruh dengan jalannya perlombaan. Apalagi dirinya sudah menemukan formula untuk mengatasi dampak dari pekatnya asap yang ada di sepanjang perjalanan.

    "Perbanyak minum air." kata Mark John Lexer dengan singkat.

    Begitu juga Aiman Cahyadi yang memegang orange jersey atau pebalap ASEAN tercepat dan red and white jersey atau pebalap Indonesia tercepat. Pebalap dari Pegasus. Continental Cycling Team itu mulai beradaptasi dengan kondisi cuaca meski sebelumnya sempat tersedak.

    "Memang lebih gelap. Tapi secara umum tidak perpengaruh karena semua pebalap juga merasakan," kata pria yang juga pebalap timnas itu.

    Pemegang puncak klasemen sementara atau pemegang yellow jersey TDS 2015, Amir Zargari dari Pishgaman Giant Team juga Angkat bicara. Menurut dia, dirinya bersama dengan rekan satu timnya lebih fokus dalam mempertahankan waktu tim.

    "Semua yang turun pada kejuaraan ini juga merasakan. Saya kira asap tidak begitu berpengaruh," kata juara bertahan TDS itu.

    TDS 2015 menempuh jarak lebih dari 1.300 km yang terbagi dalam sembilan etape. Untuk tahun ini start dimulai dari Painan dan finis di Kota Padang. Ada 18 kabupaten/kota yang terlibat pada kejuaraan yang diprakarsai oleh Kementerian Pariwisata itu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.