Sajian Bajamba Manjakan Peserta Tour de Singkarak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebalap sepeda dan tim pendukung mengikuti kegiatan makan bersama (makan bajamba) seusai menyelesaikan etape tiga Tour de Singkarak 2012 di Istana Basa Pagaruyung, Batusangkar, Tanah Datar, Sumatera Barat, Rabu (6/6). Berbagai kegiatan budaya dan adat-istiadat Minangkabau turut diselenggarakan untuk memeriahkan ajang balap sepeda Tour de Singkarak 2012. ANTARA/Ismar Patrizki

    Pebalap sepeda dan tim pendukung mengikuti kegiatan makan bersama (makan bajamba) seusai menyelesaikan etape tiga Tour de Singkarak 2012 di Istana Basa Pagaruyung, Batusangkar, Tanah Datar, Sumatera Barat, Rabu (6/6). Berbagai kegiatan budaya dan adat-istiadat Minangkabau turut diselenggarakan untuk memeriahkan ajang balap sepeda Tour de Singkarak 2012. ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, Jakarta - Para peserta balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) 2015 yang finis di Istano Basa Pagaruyung pada etape VI disambut kesenian dan tarian daerah dan disuguhi makanan khas Tanahdatar berupa "bajamba", Kamis.

    Selain 100 lebih pebalap yang mampu finis di etape ini, juga ikut makan bajamba Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Burhasman Bur, Plh Bupati Tanah Datar Hardiman, Ketua DPRD Zuldafri Darma, Mantan Bupati M Shadiq Pasadigoe, Kapolres AKBP Irfa Asrul Hanafi, dan unsur Muspida lainnya.

    "Selain makan bajamba, yang menarik adalah para pebalap dunia tersebut mengenakan kain sarung untuk menghormati rumah adat Istano Basa Pagaruyung sekaligus sebagai souvenir," kata Hardiman di Istano Basa Pagaruyung.

    Sebelum makan bajamba di Istano Basa Pagaruyung, para pebalap disambut "siriah carano" dan penampilan kesenian daerah, "talempong pacik", "gandang tasa" dan "tambua", serta penampilan sanggar seni.

    Bupati menyebutkan penjamuan makanan khas Tanah Datar dan penampilan kesenian daerah tersebut mampu memperkenalkan pariwisata ke dunia internasional yang akan berdampak terhadap peningkatan kunjungan wisata dan perekonomian masyarakat.

    "Peserta yang berasal dari berbagai negara dapat menikmati seni budaya, makanan khas daerah, dan indahnya pesona alam Minangkabau sehingga menjadi pengalaman terindah dan mendapat kesan yang baik," katanya.

    Sementara itu, Wamen Pekeraf Sapta Nirwandar mengatakan pada TdS 2015 ini selain diikuti pebalap dari negara Asia, juga diikuti pebalap dari Eropa.

    "Para pebalap itu ingin mencoba rute jalan yang menantang dengan trek yang beragam serta pemandangan alam yang indah," katanya.

    Sapta mengapresiasi masyarakat Sumatera Barat yang ramai menyaksikan ajang berlevel internasional.

    Pada Etape VI, para pebalap memulainya dari depan Jam Gadang di Kota Bukittinggi pukul 11.00 WIB. Kemudian melintasi Padanglua, Malalak, Sicincin, Lembah Anai, Padang Panjang, Batipuh, Pariangan, Simabur, Batusangkar, dan berakhir di Istano Basa Pagaruyung pada pukul 15.05 WIB dengan jarak tempuh 116 kilometer.

    Finis pertama di Etape VI adalah pebalap Iran Hossein Askari dari Pishgaman Yazd Team (PKY) dengan catatan waktu 3 jam 29 menit 50 detik. Kemudian disusul dua pebalap Iran lainnya Arvin Moazemi Goudarzi dan Rahim Emami dengan catatan waktu yang sama.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.