Muncul Wacana, Menpora Diusulkan Jadi Ketua KOI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menpora Imam Nahrawi (kiri) berbincang atlet gulat asal Rumania yang akan dinaturalisasi Nastrunicu Roxana Andrea setelah rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, 24 Juni 2015. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Menpora Imam Nahrawi (kiri) berbincang atlet gulat asal Rumania yang akan dinaturalisasi Nastrunicu Roxana Andrea setelah rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, 24 Juni 2015. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan atlet Indonesia yang pernah turun pada Olimpiade atau biasa disebut olimpian mengusulkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menjadi Ketua Komite Olimpiade Indonesia dengan alasan menyelamatkan organisasi KOI dan Asian Games 2018.

    "Saat ini dibutuhkan figur tengah dan diharapkan mampu bertanggung jawab, terutama untuk menghadapi Asian Games 2018. Kami menilai Menpora cukup tepat," kata koordinator olimpian, Richard Sam Bera, di Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2015.

    Menurut dia, munculnya nama Imam pada akhir masa pendaftaran ini berkaitan dengan keprihatinan olimpian terkait dengan situasi manajemen olahraga nasional belakangan ini, terutama soal kisruh Kongres KOI.

    Apalagi, ucap dia, Indonesia dihadapkan pada pekerjaan besar menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Meski turnamen ini milik Dewan Olimpiade Asia (OCA), pelaksanaannya sudah diserahkan ke Indonesia. Untuk itu, harus dikerjakan dengan baik guna meraih kesuksesan.

    Demi memutuskan rencananya, mantan atlet renang itu menuturkan akan segera berkomunikasi dengan Menpora karena saat ini masih ada waktu untuk menjalani komunikasi.

    "Tidak hanya melakukan komunikasi dengan Menpora, kami juga akan melakukan komunikasi dengan pemilik suara, terutama pengurus besar cabang olahraga yang juga mencantumkan nama Menpora sebagai salah satu calon," ujar Richard.

    Terkait dengan dilibatkannya pemerintah dalam Kongres KOI, pria yang sempat terjun ke dunia politik itu mengimbau Komite Olimpiade Internasional (IOC) melalui OCA memberikan kekecualian kepada Indonesia dalam hal keterlibatan pemerintah demi menyelamatkan KOI dan Asian Games 2018.

    "Kami tidak ingin Indonesia dipermalukan dengan Asian Games 2018 yang batal digelar di sini. Makanya kami mengetuk para pengurus cabang olahraga agar memikirkan hal ini," kata olimpian lain, Taufik Hidayat.

    Berdasarkan informasi Tim Penjaringan KOI, ada tiga orang yang mengajukan diri untuk menggantikan Rita Subowo. Mereka adalah Sekretaris Jenderal KOI Hamidy, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Sumatera Selatan Muddai Madang, dan satu calon lagi kemungkinan pengusaha nasional, Erick Thohir.

    Pengamat olahraga, Firmansyah Gindo, menilai semua calon memiliki peluang yang sama besar dan memperkirakan Kongres KOI akan berlangsung seru.

    Wartawan senior ini menilai dua dari tiga calon tersebut memiliki catatan khusus. Menurut dia, Sekretaris Jenderal KOI Hamidy saat ini mendapatkan sanksi IOC dan OCA terkait dengan pemakaian logo lima ring pada lambang KONI. Sedangkan Erick Thohir dinilainya kurang maksimal saat menjadi CDM Olimpiade 2012 di London, bahkan sempat terjadi manuver saat pertandingan bulu tangkis ganda putri.

    "Sangat disayangkan, jika nantinya dua tokoh olahraga itu terpilih, akan terbentur oleh permasalahan itu," tutur Firmansyah.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Lengkap Harga Mobil Toyota Tanpa PPnBM, dari Avanza hingga Vios

    Relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) mobil berlaku pada 1 Maret 2021. Terdapat sejumlah model mobil Toyoto yang mendapat diskon pajak.