Praveen/Debby Maju ke Perempat Final All England

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Ganda Campuran Bulutangkis Indonesia Praveen Jordan (kanan) dan Debby Susanto mengembalikan pukulan lawannya saat partai Ganda Campuran Sea Games 2015 Singapura, 16 Juni 2015. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Pasangan Ganda Campuran Bulutangkis Indonesia Praveen Jordan (kanan) dan Debby Susanto mengembalikan pukulan lawannya saat partai Ganda Campuran Sea Games 2015 Singapura, 16 Juni 2015. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.COBirmingham - Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, berhasil melaju ke babak perempat final All England 2016. Mereka akan menghadapi pasangan Cina, Liu Cheng/Bao Yixin, Jumat ini, 11 Maret 2016.

    Pasangan Cina peringkat ketiga dunia itu bukan lawan yang asing bagi Praveen/Debby. Kedua pasangan pernah saling mengalahkan. Kedudukan sementara 2-2. Dua pertandingan terakhir, di Taiwan Terbuka dan Kejuaraan Dunia 2015, dimenangi Praveen/Debby.

    Praveen mengatakan tak gentar menghadapi pasangan Cina tersebut. “Kami sudah pernah ketemu. Pernah menang, pernah kalah. Kami tinggal mempersiapkan diri, nonton video pertandingan kami. Sama banyak-banyak komunikasi saja di lapangan,” katanya setelah memastikan tiket perempat final, Kamis, 10 Maret 2016.

    Menurut Praveen, tak ada yang perlu ditakuti dari Liu/Bao. "Cuma memang pemain Cina punya speed dan power yang kencang," ujarnya.

    Debby menambahkan, pemain Cina juga memiliki kelebihan dalam pola permainan. "Mereka punya permainan rapi dan konsisten," tuturnya.

    Pasangan Indonesia peringkat kedelapan dunia itu memastikan maju ke babak delapan besar setelah mengalahkan pasangan Jepang, Kenta Kazuno/Ayane Kurihara, 13-21, 21-14, 21-18.

    Sebelum bertanding menghadapi pasangan Jepang tersebut, Praveen/Debby menyaksikan video permainan yang pernah dilakoni Kenta/Ayane. Sebab, sebelumnya mereka tidak pernah bertemu. "Awal-awal kayak hanya gebukin bola. Tapi kemudian kami cari solusi untuk menang atas mereka," Praveen menuturkan.

    Menurut Debby, penampilan yang diperagakan pasangan Jepang itu tidak istimewa. Namun mereka berhasil mendapatkan poin karena beberapa kali servis Praveen/Debby dinyatakan fault. "Lawan mereka seharusnya kami lebih sabar," katanya.

    BADMINTON INDONESIA | RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.