Satlak Prima Sebut Target 10 Besar Asian Games Realistis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Asian Games ke-18 Jakarta - Palembang. wikipedia.org

    Logo Asian Games ke-18 Jakarta - Palembang. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia tak hanya ingin sukses penyelenggaraan Asian Games 2018, tetapi juga dalam prestasi. Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) yang mendapat amanat menyiapkan atlet agar bisa mencapai target 10 besar di ajang tersebut, mengatakan siap memenuhinya.

    "Satlak Prima itu hadir untuk bisa memenuhi target tersebut. Realistis kok kalau kontingen Indonesia masuk dalam peringkat 10 besar, apalagi masih punya waktu tiga tahun lagi," kata Komandan Satlak Prima, Ahmad Sutjipto, seperti dalam keterangan media yang diterima Tempo, Jumat, 24 Maret 2016.

    Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menargetkan Indonesia masuk peringkat 5-10 di Asian Games 2018. Untuk mewujudkan target itu, medali emas yang harus diraih harus adalah 10-18 medali emas.

    Satlak Prima, kata Sutjipto, telah merancang program latihan dengan konsep High Performance Programme (Hipop) yang memiliki fitur keterlibatan Sport Science (SC) untuk atlet. Lewat Hipop, Satlak Prima dengan pengurus besar (PB) atau induk organisasi cabang-cabang olahraga, menggelar berbagai tes untuk mengetahui secara detail defisit performa para atlet yang tergabung dalam Satlak Prima.

    "Dari sana Satlak Prima bersama-sama induk-induk organisasi (PB/PP) akan  menyusun program latihan inti dengan model periodesasi yang lebih costumize, di samping rekayasa kepelatihan spesifik  yang bisa mengatasi defisit  performa para atlet tersebut," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Indonesia era 1999-2001 yang pernah memimpin Program Atlet Andalan (PAL) dan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI).

    Ia yakin dengan metoda latihan yang lebih terukur, lebih sistematik, goal oriented, dan lebih aman dikompelentasikan dengan kompetisi yang berkualitas, maka sukses prestasi akan dapat diraih.  "Tak ada magical trick dalam olahraga prestasi tetapi dengan kerja keras dan konsisten melaksanakan program," ujarnya.

    RINA W


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?