Seragam Defile Atlet Olimpiade Indonesia Dikritik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo melepas kontingen Indonesia yang akan turun di Olimpiade 2016 Brazil di Istana Merdeka, Jakarta, 22 Juni 2016. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo melepas kontingen Indonesia yang akan turun di Olimpiade 2016 Brazil di Istana Merdeka, Jakarta, 22 Juni 2016. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah merilis seragam yang bakal dipakai atlet-atlet Indonesia dalam upacara pembukaan Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil, 5 Agustus mendatang. Seragam tersebut diperkenalkan ketua kontingen Indonesia atau Chief de Mission Olimpiade, Raja Sapta Oktohari, Jumat pekan lalu, di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

    Seragam tersebut berupa jas yang didesain bercorak batik dan garuda dengan kelir merah-putih. Corak batik mirip burung garuda berwarna merah tampak besar dan simetris menutup bagian dada hingga perut. Di bagian lengan juga terdapat motif batik berkelir merah. Seragam tersebut didesain Proma Suci Ariani, anggota rombongan Chief de Mission Olimpiade 2016.

    Rencananya, hampir semua atlet dan perwakilan Komite Olimpiade Indonesia akan memakai seragam tersebut. Selain itu, Okto cs mempersiapkan dua kostum daerah yang bakal ditampilkan di depan rombongan kontingen Indonesia.

    Sayangnya, seragam defile kontingen Indonesia menimbulkan pro-kontra. Desainer busana dan pakar mode Musa Widyatnojo salah satu yang mengkritik seragam tersebut. Musa mengatakan jas pada seragam kontingen Indonesia terlalu formal. "Terlalu kaku, seperti kehilangan tema sportivitasnya," kata Musa ketika dihubungi Tempo, kemarin.

    Musa juga menilai motif batik yang tergambar di seragam kontingen Indonesia terlalu bertema lokal. Padahal, menurut dia, untuk kegiatan berkelas internasional, lebih cocok digunakan motif batik yang lebih modern.

    "Sangat bagus menunjukkan batik dan karakter budaya bangsa ke event internasional. Tapi harus disesuaikan dengan sudut pandang internasional agar budaya Indonesia tidak terkesan kuno," tutur Musa.

    Ketua kontingen Indonesia atau Chief de Mission Olimpiade, Raja Sapta Oktohari, tak mau ambil pusing dengan sejumlah kritik terkait seragam defile. Dia justru menganggap kritik tersebut merupakan bukti perhatian masyarakat terhadap kontingen atlet Indonesia di Olimpiade 2016. "Kami ambil positifnya saja, masyarakat masih dukung kami," ucap Okto kepada Tempo, kemarin.

    Menurut dia, pembuatan seragam defile tersebut punya tujuan mulia, yakni memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia. Okto mengatakan seragam defile pada tahun ini lebih berwarna ketimbang seragam Olimpiade empat tahun lalu di London. Ketika itu, kontingen Indonesia cuma memakai jas abu-abu biasa. "Pokoknya nanti kami akan tampil heboh seperti kontingen negara lain di Olimpiade Rio," ujarnya.

    INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.