Peserta Tour de Singkarak Disambut Festival Soto dan Sate

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membuat sate di warung sate Minto, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (19/3). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pekerja membuat sate di warung sate Minto, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (19/3). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Padang - Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Kota Padang menggelar Festival Sate dan Soto Nusantara di Pantai Padang, Rabu hingga Kamis, 3-4 Agustus 2016. Festival bertujuan memperluas wawasan masyarakat tentang sate dan soto sebagai ikon kuliner Indonesia.

    "Kota Padang ditunjuk sebagai tuan rumah karena dinilai sebagai kota yang memiliki aneka ragam kuliner," ujar Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata, Raseno Arya, kepada Tempo, Rabu, 3 Agustus 2016.

    Sebanyak 30 boot berjejer di sepanjang Jalan Samudera di tepi Pantai Padang. Boot itu diisi masakah khas daerah, seperti soto dan sate. Bukan hanya sate dan soto Padang, tapi juga terlihat soto Lamongan, soto Betawi, dan sate Madura.

    Raseno mengatakan, festival itu akan berdampak secara internasional. Pelaksanaannya hampir bersamaan dengan lomba balap sepeda internasional, Tour de Singkarak 2016. Balap sepeda itu akan diikuti pembalap dari sejumlah negara.

    Para pesertanyapun sudah tiba di Padang sejak Selasa, 2 Agustus 2016. "Festival untuk menyambut para peserta dan official Tour de Singkarak. Kami menyuguhkan kuliner tradisional kepada mereka," ujar Raseno.

    Menuru Raseno, 60 persen pengembangan pariwisata Indonesia bertumpu pada wisata heritage dan religi, wisata kuliner dan belanjar, serta wisata kota dan desa. Sedangkan 35 persen dikembangkan dalam produk wisata bahari, wista ekologi dan wisata petualang. Lima persen lagi bertumpu dalam produk wisata MICE dan event, wisata olahraga dan wisata kawasan terpadu.

    Raseno menjelaskan, saat ini pariwisata harus menjadi leading sector dalam pembangunan perekonomian nasional. Apalagi Presiden Joko Widodo memberikan target dalam lima tahun ke depan pariwisata harus tumbuh dua kali lipat dari capaian tahun ini. Konstribusi sektor pariwisata terhadap PDB nasional akan menjadi delapan persen, devisi pariwisata Rp 280 triliun, serta menciptakan 13 juta lapangan kerja.

    Lima tahun ke depan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ditaregetkan menjadi 20 juta orang, wisatawan nusantara 275 juta. Adapun daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global akan berada pada rangking 30 dunia dari 141 negara. Saat ini masih berada di rangking 50.

    Jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke Sumatera Barat, kata Waseno, juga mengalami peningkatan. Pada 2015 sebanyak 6.386.915 orang. Meningkat dari jumlah pada 2014 yang saat itu 6.290.503.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, Medi Iswandi, mengatakan, ada sekitar 30 UMKM yang mengikuti Festival Sate dan Soto Nusantara. Mereka tidak saja menyajikan sate dan soto Padang, tapi juga soto Lamongan dan Betawi. "Masyarakat dan wisatawan yang sedang berkunjung ke Padang bisa mampir untuk mencicipinya.”

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.