Etape Kedua, Pembalap Ditantang Taklukkan Tiga Tanjakan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pebalap sepeda beradu kecepatan pada etape pertama Tour de Singkarak 2016 saat melintas di wilayah Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, 6 Agustus 2016. ANTARA FOTO

    Sejumlah pebalap sepeda beradu kecepatan pada etape pertama Tour de Singkarak 2016 saat melintas di wilayah Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, 6 Agustus 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Padang - Etape kedua balap sepeda internasional Tour de Singkarak 2016 bakal menarik. Pembalap ditantang untuk menaklukan tanjakan di Kelok 9 Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, pada Minggu, 7 Agustus 2016.

    Pada etape ini, pembalap dari Kelok 19, akan star di Lembah Harau Kabupaten Limapuluh Kota. Mereka berpacu sepanjang 119,5 kilometer menuju Istano Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar.

    Balapan ini bakal dipimpin pembalap Australia Dylan Newberry. Pembalap Data #3 Cisco Team Australia ini bakal mengenakan rompi kuning, setelah menjuarai etape pertama dan memimpin klasemen sementara.

    Ada tiga titik King of Mountains (KoM) yang akan menantang pembalap. Tanjakan pertama kategori tiga di Kelok Sembilan atau 12,6 kilometer dari garis star. Kedua di 61,3 kilometer dari garis star, tepatnya di Pauh Tinggi dengan kategori level dua. Terakhir, di Satangkai dengan KOM level 2.

    Etape ini juga ada dua titik sprint. Yaitu 36,3 kilometer setelah garis star, tepatnya di Payakumbuh. Kemudian titik sprint berada setelah pembalap berpacu 100,3 kilometer, atau di kawaan Pasar Tanjung Barulak.

    Pembalap Terengganu Cycling Team Malaysia, Dadi Suryadi mengaku berusaha menjaga jarak di etape kedua ini. Agar berada di rombongan terdepan. "Follow aja sih. Menjaga GAP saja," ujarnya.

    Etape sebelumnya Dadi masuk finis di urutan kelima, dengan catatan waktu 2 jam 25 menit 29 detik. Ia berada di rombongan terdepan menjadi pembalap Indonesia tercepat pada etape pertama. Pembalap Jawa Barat ini berhak mengenakan rompi merah putih.

    Juara etape pertama, Dylan Newberry Saya mengaku akan berusaha terus berada rombongan terdepan. Namun, pembalap berumur 22 tahun ini masih akan mengatur strategi bersama timnya untuk menghadapi etape kedua ini.

    "Nanti malam strategi baru akan disiapkan oleh tim," kata Dylan saat dikonfirmasi usai menjadi pemenang etape pertama kejuaraan yang didukung penuh Kementerian Pariwisata itu.

    Pelbagai keindahan alam tersuguhkan pada etape kedua ini. Pembalap mengawali balapannya dari Lembah Harau. Kawasan Lembah Harau terkenal dengan tebing dengan dinding granit yang tinggi. Ada bentangan sawah dan air terjun. Sejuk dan indah.

    Tantangan di Kelok 9 juga tersaji dengan keindahannya. Bangunan jembatan sepanjang 2,5 kilometer itu terlihat meliuk-liuk di antara dua bukit. Menjadi daya tarik bagi wisatawan.

    Karya anak bangsa ini terletak di Kabupaten Limapuluh Kota. Jalur penghubung utama Sumatera Barat dengan Riau. Sehingga jembatan yang terdiri dari enam jembatan sepanjang 959 meter dan jalan penghubung sepanjang 1.537 meter itu menarik dilewati.

    Di garis finis, pembalap juga disambut dengan eksotisme Istano Pagaruyung. Istano Basa Pagaruyung yang terletak di Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas ini merupakan bangunan yang berbentuk rumah gadang sebagai tempat tinggal raja dan pusat kerajaan Minangkabau di masa lampau.

    Istana ini merupakan pusat peradaban, pusat sejarah dan ikon budaya. Banyak menyimpan peristiwa besar di Sumatera Barat.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.