Serena Susah Payah Tundukan Perlawanan Brengle  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi kekecewaan petenis asal Amerika Serikat, Serena Williams usai dikalahkan oleh petenis Ceko, Karolina Pliskova dalam babak semifinal turnamen AS Terbuka, 8 September 2016. Serena Williams kalah dua set langsung dengan skor 6-2 dan 7-6.Robert Deutsch-USA TODAY Sports

    Ekspresi kekecewaan petenis asal Amerika Serikat, Serena Williams usai dikalahkan oleh petenis Ceko, Karolina Pliskova dalam babak semifinal turnamen AS Terbuka, 8 September 2016. Serena Williams kalah dua set langsung dengan skor 6-2 dan 7-6.Robert Deutsch-USA TODAY Sports

    TEMPO.CO, Jakarta - Persiapan Serena Williams untuk menghadapi Australia Terbuka mendapat hadangan, di mana sesama petenis AS Madison Brengle mengejutkan petenis peringkat dua dunia itu dengan kemenangan 6-4, 6-7 (3), 6-4 pada putaran kedua Auckland Classic pada Rabu.

    Memainkan turnamen pertamanya sejak ia kalah di semifinal AS Terbuka September silam, Serena dipaksa menyesali 88 unforced error yang dilakukannya pada pertandingan melawan petenis yang memiliki posisi 70 strip lebih rendah dalam daftar peringkat WTA.

    "Saya benar-benar berpikir saya bermain - saya berusaha untuk memikirkan kata-kata cabul - namun itulah bagaimana saya bermain," ucapnya setelah menelan kekalahan kurang dari dua pekan sebelum Grand Slam pertama tahun ini di Melbourne Park.

    "Delapan puluh delapan unforced error terlalu banyak, hanya terlalu banyak. Terlalu banyak. Saya tidak dapat mengharapkan memukul begitu banyak kesalahan," kata petenis 35 tahun itu, yang secara konstan mendapat masalah dengan toss bolanya pada situasi angin berhembus kencang.

    Brengle tertinggal 1-4 sebelum ia menampilkan laju kebangkitan brilian untuk memenangi set pertama melawan juara 22 Grand Slam itu, yang menang mudah 6-0, 6-1 pada pertemuan mereka sebelumnya pada 2015.

    Serena tertinggal satu set dan 3-4 ketika ia berupaya bangkit untuk mengunci tiebreak dan memaksa set penentuan dimainkan.

    Set ketiga berlangsung imbang sampai game kesepuluh ketika Brengle menahan dua match point, namun Serena bangkit dan pukulan forehand menyilangnya membuat kedudukan menjadi "deuce."

    Brengle melaju dengan meyakinkan, mengamankan match point ketiganya dan terlihat tidak percaya ketika double fault Serena memberikan dia kemenangan terbesar sepanjang karirnya.

    "Saya tidak pernah mengembalikan bola seperti itu dalam hidup saya. Ini sedikit membuat frustrasi, khususnya karena saya bekerja sangat keras pada masa libur, namun setidaknya kondisi-kondisinya tidak akan seperti ini di Melbourne," kata Serena.

    "Ia tentu saja melakukan pekerjaan dengan lebih baik dari pada yang saya lakukan. Saya tidak berpikir bahwa saya memukul 88 kesalahan pada karir saya. Saya dapat mencarinya melalui google dan mungkin itu akurat. Maka tidak perlu untuk melihat ke belakang pada pertandingan buruk seperti ini.

    Brengle akan bertemu unggulan ketujuh Jelena Ostapenko pada perempat final.

    "Sejujurnya, saya tidak tahu (bagaimana saya menang)," kata petenis AS 26 tahun itu. "Ini begitu hebat. Inilah apa yang Anda impikan, bermain melawan yang terbaik di dunia."

    Sebelumnya, saudari kandung Serena Venus menaklukkan favorit tuan rumah Jade Lewis dengan skor 7-6 (2), 6-2 sebelum mengundurkan diri karena cedera lengan kanan.

    "Saya mencintai turnamen ini dan saya benar-benar sedih bahwa saya harus mengundurkan diri, namun saya bahagia untuk memiliki kesempatan kembali berada di sini pada tahun ini," kata Venus dalam pernyataan menjelang pertandingan melawan petenis muda Jepang Naomi Osaka. Demikian laporan Reuters.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?