Ini Sosok Unik Istomin, Penjegal Djokovic di Australia Open  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Uzbekistan, Denis Istomin. (ATP Wolrd Tour)

    Petenis Uzbekistan, Denis Istomin. (ATP Wolrd Tour)

    TEMPO.COJakarta - Petenis Uzbekistan, Denis Istomin, membuat kejutan dalam turnamen grand slam Australia Open, Kamis, 19 Januari 2017. Tampil dengan fasilitas wildcard, petenis peringkat 117 dunia itu menyingkirkan petenis nomor dua dunia, Novak Djokovic, di babak kedua setelah menang 7-6(8) 5-7 2-6 7-6(5) 6-4.

    Siapa sebenarnya Istomin? Ini sejumlah hal tentang dia.

    - Istomin dilatih ibunya. Ia sempat mengalami kecelakaan mobil pada 2001 dan absen dari dunia tenis selama dua tahun. Dokter menyatakan ia tak akan bisa lagi bermain tenis, tapi ia akhirnya bisa berlatih kembali bahkan terlibat dalam kejuaraan pro tingkat dunia.

    - Petenis 30 tahun ini mulai terjun ke turnamen profesional pada 2008. Ia sejauh ini baru sekali menjadi juara, yakni pada 2015, ketika menjuarai turnamen lapangan rumput Nottingham Open di Inggris. Ia juga pernah dua kali menjadi runner-up dalam dua turnamen lain.

    - Peringkatnya saat ini adalah 117. Namun ia pernah mencapai peringkat tertinggi, yakni 33 dunia pada 2012.

    - Istomin adalah satu dari dua pemain tenis pro yang memakai kacamata saat bermain, selain Janko Tipsarevic. Novak Djokovic memakai kaca mata di luar lapangan, tapi memilih lensa kontak saat bermain.

    - Ia pernah tampil di Indonesia saat memperkuat tim Davis Uzbekistan. Saat itu, ia mampu membawa timnya menang dengan meraih kemenangan di nomor tunggal, melawan Suwandi dan Prima Simpatiaji. Namun ia kalah di nomor ganda. Indonesia saat itu kalah 3-2.

    REUTERS | WIKIPEDIA | NURDIN

    Baca:
    Melukis, Hobi Kiper Bali United Made Wardana 
    Liverpool Lolos ke Babak Empat Piala FA, Ada 5 Fakta Menarik
    Mengintip Hari-hari Muhammad Taufiq di Bali United



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.