Menpora Minta Induk Oraganisasi Olahraga Kompak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menpora Imam Nahrawi saat memberikan bantuan bola kepada klub-klub sepak bola di Tamansari, Bogor, 13 April 2016. Bantuan bola kepada klub-klub sepak bola yang merupakan program pembangunan 1 desa 1 lapangan, menjadi salah satu program unggulan Kemenpora yang terus dipacu realisasinya hingga 1000 lapangan desa terpenuhi di akhir tahun. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    Menpora Imam Nahrawi saat memberikan bantuan bola kepada klub-klub sepak bola di Tamansari, Bogor, 13 April 2016. Bantuan bola kepada klub-klub sepak bola yang merupakan program pembangunan 1 desa 1 lapangan, menjadi salah satu program unggulan Kemenpora yang terus dipacu realisasinya hingga 1000 lapangan desa terpenuhi di akhir tahun. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga meminta induk organisasi olahraga Indonesia yang meliputi Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Forum Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) bersinergi untuk memajukan olahraga Indonesia.

    "Kami sudah bertemu dan membicarakan kepentingan olahraga nasional dengan ketua KOI, KONI dan FORMI. Kalau ketiga berkumpul maka tugas menpora akan ringan. Saya hanya memfasilitasi untuk kepentingan olahraga agar semakin jaya," kata Menpora Imam Nahrawi saat membuka Musornaslub KONI di Gedung Lemhanas Jakarta, Selasa.

    Menpora berharap ketiga lembaga olahraga ini bisa menjalankan tugas sesuai dengan fungsinya dan fokus pada anggotanya. Hal ini dilakukan agar olahraga Indonesia kembali bisa berjaya dikancah internasional. Apalagi beberapa kejuaraan sudah didepan mata.

    Dalam waktu dekat, Indonesia akan dihadapkan dengan SEA Games 2017 di Malaysia. Satu tahun berikutnya, Indonesia bakal menjadi tuan rumah Asian Games 2018 dan pada 2020 dihadapkan dengan Olimpiade di Jepang.

    Orang nomor satu di Kemenpora saat memberikan sambutan pada Musornaslub KONI juga meminta lembaga tersebut bersama dengan KOI melakukan kajian tentang berapa besar masyarat terhadap olahraga terutama yang berkaitan dengan industri olahraga.

    "Kalau mau olahraga nasional maju, ayo KONI dan KOI duduk bersama. Bicarakan bersama solusinya, tidak hanya soal pencapaian prestasi. Kalau dari dua organisasi itu tidak cukup, harus ada dukungan juga dari dunia industri," kata pria kelahiran Bangkalan Madura itu.

    Sementara itu Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman mengatakan bahwa Musornaslub ini digelar untuk menghimpun pemikiran, selaras misi pemerintah dalam memajukan olahraga.

    "Harapan kami Musornaslub ini dapat menghasilkan keputusan yang bermuara pada semakin fokusnya pembinaan dalam meningkatkan prestasi olahraga nasional," ucap Tono Suratman.

    Disebutkan, dengan adanya penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga KONI akan sangat menentukan kelancaran dan pelaksanaan tugas KONI ke depan dalam membina dan meningkatkan prestasi ke depan.

    Pada Musornaslub yang dihadiri wakil dari 34 provinsi dan 65 pengurus cabang olahraga ini selain akan melakukan penyempurnaan AD/ART juga akan dilakukan pemilihan Ketua Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.