IBL All Star Dinilai Oke, tapi Penonton Tak Sesuai Harapan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebola basket NSH Jakarta R Azzaryan Pradhitya (kiri) mencoba memasukkan bola ke dalam ring dihadang pebola basket Pelita Jaya Daniel Wenas (kedua kanan) dan Ponsianus Nyoman Indrawan (kanan) dalam kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2017 Seri IV di Britama Arena, Jakarta, 18 Februari 2017. NSH Jakarta mengalahkan Pelita Jaya dengan skor 74-72. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pebola basket NSH Jakarta R Azzaryan Pradhitya (kiri) mencoba memasukkan bola ke dalam ring dihadang pebola basket Pelita Jaya Daniel Wenas (kedua kanan) dan Ponsianus Nyoman Indrawan (kanan) dalam kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2017 Seri IV di Britama Arena, Jakarta, 18 Februari 2017. NSH Jakarta mengalahkan Pelita Jaya dengan skor 74-72. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pihak Liga Bola Basket Indonesia (IBL) menyatakan puas dengan berjalannya rangkaian acara "Pertalite All Star IBL 2017" di Britama Arena, Jakarta, Minggu. "Pelaksanaan cukup oke meski persiapan agak mepet," ujar Direktur IBL Hasan Gozali setelah acara selesai.

    Namun meski dianggap berjaan dengan baik, Hasan menganggap ada beberapa hal yang perlu diperbaiki untuk pelaksanaan berikutnya.

    Salah satunya adalah jumlah penonton yang menurut pihak IBL belum memuaskan. "Penonton yang masih kurang memang tidak sesuai dengan harapan kami," tutur Hasan.

    Pertalite All Star IBL 2017 memang cukup meriah dan menarik animo para pencinta bola basket Indonesia. Ini terlihat dari panjangnya antrian pembelian tiket di Mahaka Square, Jakarta Utara.

    Di dalam Britama Arena, penonton tampak memenuhi kursi yang ada tribun sisi kiri dan kanan lapangan. Namun di tribun berlokasi di belakang ring tampak kosong.

    "Karena itulah saya katakan masih banyak yang perlu diperbaiki. Kami bersyukur acara berjalan lancar," kata Hasan.

    Pertalite All Star IBL 2017 sendiri menampilkan beberapa rangkaian acara dengan pertandingan tim Merah melawan tim Putih sebagai puncak.

    Pertama dilaksanakan "skill challenge" di mana tim yang dihuni Avan Seputra (Satria Muda Pertamina), Fanny Kalumata (Timnas putri) dan Ali Budimansyah (legenda bola basket nasional) keluar sebagai pemenang.

    Kemudian ada kontes tembakan tiga point ("Three Point Contest") yang dijuarai oleh point guard W88.News Aspac Jakarta Andakara Prastawa Dhyaksa.

    Selanjutnya diselenggarakan kontes slam dunk ("Slam Dunk Contest") di mana point guard Satria Muda Pertamina Tyreek Jewell menjadi yang terbaik dari empat peserta.

    Terakhir, diadakan laga antara Tim Merah dan Tim Putih. Tim Merah yang dilatih Youbel Sondakh (pelatih Satria Muda) menang atas Tim Putih yang ditangani A.F. Rinaldo (pelatih W88.News Aspac Jakarta) dengan skor 110-104.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.