Sabtu, 24 Februari 2018

Dana Sponsor Asian Games 2018 Baru Terkumpul 35 Persen  

Oleh :

Tempo.co

Sabtu, 19 Agustus 2017 15:27 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dana Sponsor Asian Games 2018 Baru Terkumpul 35 Persen  

    Aksi akrobatik ratusan drone membentuk berbagai simbol dalam rangkaian Countdown Asian Games 2018 di lapangan Monas, Jakarta Pusat, 18 Agustus 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia Asian Games 2018 atau Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (Inasgoc) terus mengejar target anggaran atau dana penyelenggaraan. Deputi II Inasgoc Francis Wanandi mengatakan hingga saat ini baru sekitar 35 persen dana pihak sponsorship atau swasta yang terkumpul.

    Francis menyatakan, dalam waktu dekat akan ada sponsorship lain yang segera bergabung. "Sponsornya ada barang, cash, dan keduanya. Saya belum bisa disclose karena confidential," kata dia di Jakarta, Sabtu, 19 Agustus 2017.

    Sebagian besar sponsor swasta, kata dia, terlihat antusias memberi dukungan Asian Games 2018. Salah satu yang sudah menaruh minat ialah sebuah perusahaan minuman elektrolit. Inasgoc, kata Francis, sudah mengundang banyak calon sponsor. Ia menyebutkan ada sekitar 361 pihak yang tertarik turun ke Asian Games.

    Inasgoc menargetkan dana swasta untuk Asian Games sebesar Rp 1 triliun. Nantinya dana tersebut akan dibagi dua antara tuan rumah dan Dewan Olimpiade Asia (OCA). Francis menyatakan Inasgoc tengah melobi OCA agar penggunaan dana bisa dilakukan sebelum pembukaan Asian Games Agustus 2018. "Karena anggaran kami kan dipotong," ucapnya.

    Pada kesempatan yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyatakan masih mengupayakan pencairan dana relokasi sebesar Rp 465 miliar. Dana itu akan digunakan tidak hanya untuk Asian Games 2018 tapi juga Asian Para Games dan SEA Games. "Saya minta panitia untuk bersabar," katanya.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.