Hadapi MotoGP 2018, Valentino Rossi Hindari Makanan Cepat Saji

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Moto GP tim Yamaha, Valentino Rossi melakukan selebrasi di atas podium usai menjadi yang tercepat dalam Dutch Motorcycle Grand Prix, di Assen, Belanda, 25 Juni 2017. AP Photo

    Pembalap Moto GP tim Yamaha, Valentino Rossi melakukan selebrasi di atas podium usai menjadi yang tercepat dalam Dutch Motorcycle Grand Prix, di Assen, Belanda, 25 Juni 2017. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Valentino Rossi merupakan salah satu pembalap terjangkung sekaligus terberat di jagat MotoGP. Pembalap sepeda motor legendaris asal Italia itu memiliki postur 182 cm dengan berat 65 kg.

    Rossi berpostur lebih besar dibandingkan para pesaingnya, seperti Marc Marquez, Maverick Vinales, maupun Dani Pedrosa. Meskipun begitu, kelebihan postur yang sebenarnya menjadi faktor kelemahan dalam balap MotoGP tidak terlalu berpengaruh untuk Rossi.

    Kunci keberhasilan Rossi menyaingi pembalap lain yang lebih ringan adalah pada kemampuan mekaniknya menyetel motor. Tim mekanik Rossi berhasil memberikan setelan yang pas antara kekuatan mesin dan ban yang dikendarai.

    Baca: Gagal Juara di MotoGP 2017, Rossi Dianggap Layak Jadi Teladan

    Namun ketika usianya mulai menua saat ini, Rossi memakai kiat baru untuk mempertahankan performanya. Kiat baru tersebut adalah memanfaatkan jasa ahli gizi. Rossi sadar metabolisme tubuhnya sudah tidak sebagus saat dia muda, sehingga asupan makanan pun perlu diatur agar tidak membuat bobot tubuhnya membengkak.

    "Saya beruntung karena tidak gampang menjadi gemuk, padahal saya doyan makan. Namun saat ini saya menggunakan cara yang berbeda, yaitu memanfaatkan ahli gizi untuk mengatur diet. Itu berdasarkan masukan dari teman-teman di akademi, yang ingin agar kebugaran saya lebih terjaga," ujar Rossi.

    Baca: Nantinya, Pakaian Pembalap MotoGP Akan Dilengkapi Airbag

    Satu jenis makanan yang dihindari Rossi adalah makanan cepat saji. Dia mengatakan ia sedapat mungkin tidak menyantap junk food saat musim balap.

    "Pada dasarnya tidak ada yang spesial dalam diet saya. Saya hanya tidak menyantap makanan cepat saji. Saya hanya berusaha mengkonsumsi makanan sehat, itu saja," ujar Rossi.

    Valentino Rossi akan kembali tampil pada ajang MotoGP 2018. Dalam usia yang menginjak 39 tahun, pembalap veteran ini tetap dipandang sebagai ancaman. Salah satu resep kesuksesannya mempertahankan performa ternyata berkaitan dengan makanan.

    TUTTOMOTORIWEB | DON


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.