Presiden Jokowi Kritik Promosi Asian Games 2018 yang Tak Maksimal

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) memimpin rapat terbatas persiapan Asian Games XVIII di kantor Presiden, Jakarta, 6 Maret 2018.  ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) memimpin rapat terbatas persiapan Asian Games XVIII di kantor Presiden, Jakarta, 6 Maret 2018. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Bogor - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengkritik promosi perhelatan Asian Games 2018 yang dinilainya kurang maksimal. Ia belum melihat pergerakan terkait dengan promosi ini di media-media lokal dan internasional.

    "Dengan kondisi-kondisi seperti ini, setiap dua pekan untuk media nasional dan internasional, juga harus rutin diadakan untuk marketing Asian Games," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas persiapan Asian Games di Istana Bogor, Bogor, Rabu, 18 April 2018.

    Ketua Panitia Asian Games (Inasgoc) Erick Thohir mengatakan Jokowi meminta promosi Asian Games tidak semata dilakukan panitia. Jokowi meminta pemerintah daerah dan kementerian ikut mempromosikannya.

    Erick berujar pihaknya telah memiliki strategi khusus untuk meningkatkan promosi Asian Games ke masyarakat. "Insya Allah akan kami presentasikan langsung ke beliau (Jokowi) minggu depan," uja Erick seusai rapat di Istana Bogor.

    Erick menjelaskan, kurang gaungnya promosi Asian Games 2018 ini lantaran anggaran yang terbatas. Dari total anggaran Rp 6,6 triliun, 90 persennya dialokasikan untuk penyelenggaraan. "Jadi memang kami akan meninjau kembali dana-dana ini yang selama ini memang kami proyeksikan untuk penyelenggaraan," tuturnya.

    AHMAD FAIZ

    Baca: 
    Menunggu Marc Marquez Melesat di MotoGP Sentul 2020 
    Jelang MotoGP Amerika, Suzuki Dikompori Agar Pecat Andrea Iannone
    Tinju Dunia: Terbukti Doping, Canelo Alvarez Diskors Enam Bulan

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.