Senin, 19 November 2018

Juara Dunia Lari U-20, Zohri Bingung Cari Nasi di Finlandia

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet atletik putra Indonesia Lalu Muhammad Zohri. (youtube/@IAAF Athletics)

    Atlet atletik putra Indonesia Lalu Muhammad Zohri. (youtube/@IAAF Athletics)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sprinter muda Indonesia Lalu Muhammad  Zohri baru saja mengukuhkan dirinya sebagai pelari tercepat dunia di kelas junior, pasca meraih medali emas di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 2018 di Finlandia. Dua hari setelah kemenangan itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menghubungi Zohri yang masih ada di Finlandia.
     
    Dalam percakapan singkat itu, Menpora memuji prestasi gemilang Zohri. Imam pun bertanya soal modal utama Zohri yang dapat menaklukan unggulan dunia yang berasal dari Amerika Serikat dan memastikan emas pertama kalinya dibawa Indonesia.

     
    "Modal saya hanya latihan dan latihan dan berdoa. Berdoa apa yang kita inginkan," kata Zohri dalam sambungan telepon itu.
     
    Zohri mengaku bangga bisa membawa nama Indonesia ke dunia. Apalagi ia tak diunggulkan dan harus melawan saingan dari negara lain yang lebih berat. Ditambah kondisi di Finlandia yang asing bagi atlet asal Nusa Tenggara Barat itu.
     
    Bahkan ia sempat kesulitan mencari makanan yang cocok. "Kemarin saya minta nasi putih saja. Soalnya makanannya di sini salad saja. Saya gak tahu makan salad. Steak atau semacamnya juga tak ada di hotel," kata pemuda berusia 18 tahun itu.
     
    Imam tertawa mendengar jawaban Zohri ini. Ia pun berjanji akan membawakan Zohri makanan khas Indonesia saat ia tiba di Indonesia pada Selasa malam, 17 Juli 2018. Imam memang berencana menyambut kedatangan Zohri bersama keluarga Zohri di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Selatan.
     
    "Sampai jumpa hari Selasa ya. Nanti saya bawakan pelecing dan taliwang," kata Imam.
     
    Zohri memulai karirnya sebagai sprinter sejak di kota kelahirannya di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Perlahan tapi pasti, Zohri berhasil menjuarai sejumlah turnamen atletik tingkat nasional. Zohri pun akhirnya ditarik ke Pelatnas Atletik  di Jakarta dua tahun lalu. 
     
    Pada Rabu, 11 Juli 2018 lalu, ia sukses menjadi juara di nomor 100 meter putra pada Kejuaraan Dunia Atletik 2018 di Finlandia. Tampil bukan sebagai unggulan, ia berhasil finis lebih cepat dari dua sprinter asal Amerika Serikat yang lebih diunggulkan. Ia mencatatkan kecepatan 10,18 detik, hanya terpaut 0,01 detik dari rekor nasional Indonesia senior yang dipegang oleh Suryo Agung. 
     
    Lalu Muhammad  Zohri  juga akan menjadi salah satu andalan Indonesia di Asian Games 2018 mendatang. Di sana, tantangan Zohri tergolong lebih berat karena akan berhadapan atlet senior dari Asia. 

     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.