Piala AFC U-19: Uni Emirat Arab Gilas Taiwan 8-1

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Piala AFC U-19. (pssi.org)

    Piala AFC U-19. (pssi.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim nasional Cina Taipei atau Taiwan harus mengakui kekuatan Uni Emirat Arab dalam kejuaraan Piala Asia atau Piala AFc U-19 2018. Di laga lanjutan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad, Uni Emirat Arab (UEA) menang besar 8-1 atas Taiwan.

    Gol Uni Emirat Arab disumbangkan oleh empat pemain. Mereka adalah Ahmad Fawzi, Ali Saleh (dua gol), Majid Rashid (tiga gol), Rashed Salim (dua gol). Sementara satu-satunya gol yang berhasil dicetak Taiwan berasal dari kaki Wu Yen Shu.

    Meski menelan kekalahan pelatih Taiwan Vom Ca Nhum mengapresiasi permainan anak asuhnya. Menurut dia, pertandingan melawan Uni Emirat Arab memberikan pengalaman berharga bagi timnya. "Kami membutuhkan pertandingan bertaraf internasional," kata Ca Nhum usai laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad, 21 Oktober 2018.

    Di luar permainan, Ca Nhum menjelaskan, ada persoalan non-teknis yang dihadapi pemain. Ia mengatakan bila para pemainnya mengalami masalah pencernaan sebelum pertandingan. Menurut dia, ada selera makan yang berbeda yang secara tidak langsung berdampak ke penampilan pemain di lapangan. "Saya tidak mencari alasan karena soal itu, tapi dari sisi permainan kami memang jauh dari lawan," ucapnya.

    Menurut Ca Nhum, tim medis AFC sudah membantu dan menawarkan bantuan kepada timnya untuk mengganti menu makanan. Ia menyatakan akibat perbedaan selera makanan ada tiga pemainnya yang terpaksa harus dirawat di rumah sakit.

    Menghadapi pertandingan terakhir babak grup Piala AFC melawan Qatar, lanjut Ca Nhum, Taiwan akan berupaya menguasai penguasaan bola. Ia mengatakan gaya bermain Qatar relatif tidak berbeda dengan Uni Emirat Arab. Namun di luar masalah menang atau kalah, Ca Nhum menyatakan anak asuhnya masih dalam tahap perkembangan permainan dan amat membutuhkan pengalaman bermain di level internasional.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.