Khabib Nurmagomedov Siap Hadapi Mayweather Dua Kali

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juara MMA, Khabib Nurmagomedov, dalam acara penyambutan di Anzhi Arena di Kaspiysk, sebuah kota di Republik Dagestan, Rusia, Senin, 8 Oktober 2018. Khabib Nurmagomedov terancam sejumlah sanksi akibat menyerang kubu McGregor seusai laga MMA UFC 229. REUTERS/Said Tsarnayev

    Juara MMA, Khabib Nurmagomedov, dalam acara penyambutan di Anzhi Arena di Kaspiysk, sebuah kota di Republik Dagestan, Rusia, Senin, 8 Oktober 2018. Khabib Nurmagomedov terancam sejumlah sanksi akibat menyerang kubu McGregor seusai laga MMA UFC 229. REUTERS/Said Tsarnayev

    TEMPO.CO, Jakarta - Petarung MMA, Khabib Nurmagomedov, siap bertarung dengan petinju Floyd Mayweather. Namun, ia meminta pertarungan dilakukan dua kali di dua ring berbeda: tinju dan UFC.

    “Bila kami mampu membuat kesepakatan dengan Floyd Mayweather, para penggemar akan senang," kata Khabib, seperti dikutip BeIN Sport. "Pertarungan pertama di ring dan yang kedua di kandang, maka itu akan jadi nyata. Saya juga ingin menguji diri sendiri di ring tinju, itu akan adil."

    Khabib Nurmagomedov mampu mengalahkan Conor McGregor dalam pertarungan UFC pada bulan lalu. Namun, keributan yang terjadi usai Pertarungan itu lebih menarik perhatian khalayak. Saat itu Khabib menaiki pagar oktagon dan menyerang salah satu anggota tim McGregor. Kini, kasusnya sedang diselidiki dan Khabib dan McGregor tengah menanti sanksi.

    Mayweather sudah pensiun dari ring tinju. Ia adalah mantan juara kelas menengah yang tak terkalahkan. Pada laga terakhirnya ia mampu mengalahkan McGregor di ring tinju. Kini pertarungan dia dan Khabib menjadi hal yang ditunggu banyak pihak.

    Mayweather sebelumnya sudah menyatakan terbuka kemungkinan baginya bertarung di arena UFC. Presiden UFC Dana White sebelumnya juga menyatakan, satu-satunya peluang Mayweather melawan Khabib adalah di bawah aturan MMA, bukan di ring tinju.

    THE SUN | MIRROR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.