Australian Open, Tekuk Simona Halep, Serena: Saya adalah Petarung

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi petenis AS, Serena Williams saat mengembalikan bola ke arah lawannya, petenis Rumania, Simona Halep dalam pertandingan babak keempat turnamen Australian Open di Melbourne Park, Australia, 21 Januari 2019. REUTERS/Edgar Su

    Aksi petenis AS, Serena Williams saat mengembalikan bola ke arah lawannya, petenis Rumania, Simona Halep dalam pertandingan babak keempat turnamen Australian Open di Melbourne Park, Australia, 21 Januari 2019. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, Jakarta -Serena Williams, 37 tahun, menampilkan salah satu permainan terbaiknya di Australian Open, Senin 21 Januari 2019, untuk mengalahkan petenis putri nomor satu dunia, Simona Halep, pada babak 16 besar dengan skor 6-1, 4-6, 6-4. Pada perempat final, Serena yang sekarang cuma diunggulkan di posisi ke-16 akan menghadapi unggulan ketujuh dari Republik Cek, Karolina Pliskova.

    Setelah melakukan tindakan kontroversial kepada wasit utama ketika kalah melawan Naomi Osaka pada final Amerika Serikat Terbuka, September lalu, mantan petenis nomor satu dunia dari Amerika ini lebih banyak absen dari sejumlah kejuaraan. Tapi, petenis wanita tertua yang masih bisa menduduki peringkat pertama dunia tidak kehilangan kekuatannya, meski kini ia juga menjadi seorang ibu dari anak perempuan.

    "Itu adalah pertandingan yang sangat intens. Saya meraih poin-poin secara menakjubkan. Saya sangat mencintai tenis dan rasanya istimewa bisa kembali bertanding. Saya adalah seorang pertarung. Saya tidak pernah mau menyerah," kata Serena.

    Dengan mencapai perempat final Australian Open 2019, Serena Williams membuka peluang menyamai rekor Margaret Court, legenda tenis Australia yang masih hidup dan namanyanya diabadikan di salah satu stadion dalam komplek Melbourne Park ini, yaitu mengoleksi 24 gelar juara nomor tunggal putri seri Grand Slam. Serena tinggal butuh satu gelar lagi, yang kemungkinan besar bisa terjadi di Australian Open 2019 ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.