Tour de Singkarak: Etape Terpanjang Menanti Pembalap

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pembalap sepeda beradu kecepatan dalam etape kelima Tour de Singkarak (TdS) di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Rabu, 6 November 2019. Posisi kedua ditempati Thankhan Chaiyasombat dengan catatan waktu 5.34.50 dan Agung Sahbana dari KFC Cycling Team diposisi ketiga dengan torehan waktu 5.34.59. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah pembalap sepeda beradu kecepatan dalam etape kelima Tour de Singkarak (TdS) di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Rabu, 6 November 2019. Posisi kedua ditempati Thankhan Chaiyasombat dengan catatan waktu 5.34.50 dan Agung Sahbana dari KFC Cycling Team diposisi ketiga dengan torehan waktu 5.34.59. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pebalap akan menghadapi tantangan etape terpanjang pada balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) 2019 dari Solok-Solok Selatan dengan panjang lintasan 214, 1 kilometer pada Kamis, 7 November 2019.

    Etape dengan karakter perbukitan ini akan dimulai dari dermaga Danau Singkarak, Kabupaten Solok, memutari danau terus menuju tanjakan Gunung Talang, kebun teh Alahan Panjang, Muaro Labuah, dan finis di RTH Padang Aro, Solok Selatan. Terdapat tiga titik sprint dan tiga tanjakan dalam balapan yang akan dilepas sekitar pukul 9.00 WIB tersebut.

    Titik sprint pertama pada kilometer 51,3 di Danau Singkarak, kilometer 148,4 di Surian, dan kilometer 172,1 di Muaro Labuah. Sementara tanjakan (King of Mountain) berada pada kilometer 83,8 Gunung Talang, kilometer 106,9 kilometer dan kilometer 200,4 atau 14 kilometer jelang finis.

    Pebalap yang memiliki kecepatan seperti Jesse Ewart dan rekan satu timnya di Sapura Cycling, Cristian Raileanu memiliki peluang untuk menjadi pemuncak dalam etape ini. Namun pebalap jago tanjakan seperti Ismael Jr Grospe dan Jonel Carcueva dari Go For Gold Philippines juga memiliki peluang untuk mengambil alih posisi pebalap tercepat.

    "Bagaimanapun jenis tanjakannya, saya akan tetap berupaya menjadi yang terbaik," kata sang raja tanjakan sementara Ismael Jr Grospe usai menaklukkan tanjakan Kelok 44, kemarin.

    Hingga etape V, persaingan tim terbaik masih diramaikan oleh tiga tim, yaitu Sapura Cycling di posisi pertama dengan total waktu 57:52:23. Tim itu hanya unggul 42 detik dari tim posisi dua Go For Gold Philippines (57:53:05). Sementara posisi tiga dihuni tim PGN Road Cycling dengan catatan waktu (57:53:23).

    Klasemen umum untuk tim Indonesia terbaik hingga etape V terjadi perubahan. Posisi teratas masih dipegang PGN Road Cycling (57:53:23).

    Sementara pada posisi dua terjadi perubahan. Tim lokal Sumbar, PRB Bank Nagari yang cemerlang hingga etape IV harus rela, "dikudeta" oleh KFC Cycling Team yang bermain bagus pada etape V. KFC Cycling Team (57:56:09) dan PRB Bank Nagari (57:57:37). Balapan etape VI Tour de Singkarak hari ini, berpeluang mengubah kembali komposisi tim terbaik tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.