Leclerc Bawa Ferrari Juara Seri Kedua Balap Formula 1 Virtual

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Ferrari Charles Leclerc, meluapkan kegembiraannya setelah berhasil memenangkan GP Italia di Sirkuit Monza, Italia, 8 September 2019. Kemenangan Leclerc sekaligus menghapus dahaga kemenangan Ferrari di Italia. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    Pembalap Ferrari Charles Leclerc, meluapkan kegembiraannya setelah berhasil memenangkan GP Italia di Sirkuit Monza, Italia, 8 September 2019. Kemenangan Leclerc sekaligus menghapus dahaga kemenangan Ferrari di Italia. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    TEMPO.CO, Jakarta -  Pembalap Ferrari Charles Leclerc tampil dominan dan menjadi juara dalam debutnya di balapan virtual Formula 1 sepanjang 28 lap, Minggu, 5 April 2020.

    Ini merupakan seri kedua ajang esports yang digelar resmi oleh F1 untuk memberi hiburan para fan di tengah pandemi virus corona yang telah menunda balapan musim ini.

    Akhir pekan lalu sedianya jatah Vietnam menjadi tuan rumah Grand Prix virtual ini, namun karena layout sirkuit di Hanoi itu belum ada di dalam video game F1 2019, maka 20 pembalap yang ambil bagian di lomba online itu bertarung di sirkuit virtual Melbourne, Australia.

    Charles Leclerc memimpin balapan virtual itu sejak start hingga finis 14,094 detik di depan pembalap junior Renault asal Denmark Christian Lundgaard, diikuti tim Williams George Russell di peringkat tiga.

    "Ini sangat sulit," kata Leclerc seperti dikutip Reuters.

    "Kami duduk di kursi, jadi bahkan tidak ada G-force (gaya gravitasi) seperti yang dialami di mobil sebenarnya, tapi aku sampai basah berkeringat," kata Lecrec, yang mempersembahkan dua kemenangan dalam debutnya bersama Ferrari musim lalu itu.

    "Otot tidak sakit tapi konsentrasi adalah segalanya."

    Sementara sang adik, Arthur Leclerc, finis peringkat empat hari itu untuk Ferrari di depan pembalap Alfa Romeo Antonio Giovinazzi.

    Lundgaard seharusnya start dari pole position tapi diganjar penalti mundur lima posisi karena melanggar batas trek di kualifikasi.

    Jenson Button, mantan pembalap F1 dan juara dunia 2009, membawa McLaren finis peringkat ke-11 di saat rekan satu timnya Lando Norris gagal start karena masalah teknis untuk kedua kalinya di balapan virtual tersebut.

    Kanal streaming Twitch milik Norris sempat ditonton hingga 77.000 orang sedangkan 190.000 lainnya menonton balapan tersebut lewat kanal ofisial F1 di YouTube.

    Juara dunia kriket asal Inggris Ben Stokes juga turut berpartisipasi namun finis terakhir, di belakang mantan pembalap F1 Johnny Herbert.

    Sedangkan juara seri pertama Guanyu Zhou dari tim Renault gagal menyelesaikan balapan virtual itu.

    Seri F1 esports selanjutnya akan digelar di sirkuit virtual Shanghai, Cina, pada 19 April 2020.

    Formula 1 berharap bisa memulai musim balapan tahun ini dengan kalender jadwal yang dikurangi dari 22 menjadi 15-18 seri balapan, kemungkinan pada pertengahan tahun nanti tergantung kondisi penyebaran virus corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.