Pencak Silat: Hanifan Gemar Masak Cilok Selama Karantina Corona

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesilat perguruan Tadjimalela, Hanifan Yudani Kusumah. TEMPO/BRAM SETIAWAN

    Pesilat perguruan Tadjimalela, Hanifan Yudani Kusumah. TEMPO/BRAM SETIAWAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Hanifan Yudani Kusumah tengah menjalani social distancing di tengah mewabahnya virus corona atau Covid-19. Atlet Pencak Silat asal Jawa Barat ini menyebutkan bahwa seharusnya masih mengikuti Pelatda sebagai persiapan Pekan Olahraga Nasional atau PON 2020 Papua pada Oktober mendatang.

    "Pelatda sudah berjalan tapi sudah dibalikin ke rumah masing-masing, sebagian masih berada di mess bagi atlet yang rumahnya jauh," kata Hanifan kepada Tempo, Rabu, 8 April 2020.

    Selama menjalani karantina pandemi corona, Hanifan menyebutkan masih rutin berlatih di rumah. Peraih medali emas Asian Games 2018 ini menyebutkan berlatih sesuai dengan instruksi pelatih. "Ketahuan kalau nggak latihan karena pas TC (training camp) pasti dilakukan tes fisik," ujar dia.

    Selain berlatih di rumah, pesilat berusia 22 tahun ini mengisi waktu luang dengan rutin memasak bersama sang istri Pipiet Kamelia. Ia biasanya mengolah menu untuk cemilan keluarga seperti bakso dan cireng colok atau cilok.

    "Selain latihan, saya hobinya masak di rumah. Biar ada kegiatan , kalau tidak beres-beres rumah," kata Hanifan menjelaskan aktivitas selama menjalani social distancing.

    Hanifan mengaku hobi memasak berasal dari kebiasaan keluarga. Ia  bercerita sejak kecil sering melihat sang ayah, Dhani Wisnu berkolaborasi dengan ibunya, Dewi Yanti, mengolah makanan di dapur. "Sudah keturunan keluarga dari ayah yang juga suka masak," kata dia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.