Serangan Corona Naik Lagi, Liga Bisbol Korea Tunda Buka Stadion

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandu sorak untuk klub bisbol Korea, Doosan Bears, tampil selama pertandingan kandang Bears melawan SK Wyvern di Stadion Jamsil di Seoul pada 27 Mei 2020. (Antara/Yonhap)

    Pemandu sorak untuk klub bisbol Korea, Doosan Bears, tampil selama pertandingan kandang Bears melawan SK Wyvern di Stadion Jamsil di Seoul pada 27 Mei 2020. (Antara/Yonhap)

    TEMPO.CO, Jakarta - Liga bisbol Korea Selatan sementara menangguhkan rencana pembukaan pintu stadion untuk penonton, ketika pemerintah mengumumkan langkah-langkah karantina di wilayah ibu kota di tengah lonjakan kasus virus corona baru.

    Skema jarak sosial yang ketat akan diterapkan di Seoul dan daerah sekitarnya sampai 14 Juni 2020, ketika Korea Selatan mencoba untuk menjaga potensi kemungkinan gelombang kedua COVID-19, demikian dilansir dari Yonhap, Jumat, 28 Mei 2020.

    Hari Kamis Korea Selatan melaporkan 79 kasus baru virus corona, kenaikan tertinggi harian dalam hampir dua bulan terakhir di negara itu.

    Organisasi Bisbol Korea (KBO), yang membuka musim reguler pada 5 Mei tanpa penonton di tribun, semula berharap bisa mulai menjual tiket pada akhir pekan ini atau awal minggu depan.

    Liga dan tim telah bersiap-siap untuk membuka gerbang stadionnya secara bertahap, dan rencana awal akan melihat tim menjual sekitar 30 persen kursi dan memungkinkan penggemar menjaga jarak aman di dalam stadion bisbol.

    Namun kini mereka harus menunggu lagi. Jika wilayah ibu kota tidak dapat mengendalikan penyebaran virus pada 14 Juni, maka langkah selanjutnya adalah kembali ke pedoman jarak sosial yang lebih intens.

    Dengan pertandingan KBO sekarang tersedia di 130 negara melalui ESPN dan afiliasi internasionalnya, liga bisbol Korea Selatan kini sedang menikmati tingkat perhatian internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.