Demo George Floyd Panas, Video Pebasket Hajar Pria Jadi Viral

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • JR Smith. (beinsporst.com)

    JR Smith. (beinsporst.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Video yang melibatkan bintang basket NBA JR Smith menjadi viral. Mantan pemain Cleveland Cavaliers itu terlihat menghajar seorang pria yang tengah merusak mobilnya saat terjadi unjuk rasa besar dan kericuhan di Los Angeles, Amerika Serikat, akibat kematian George Floyd, Ahad waktu setempat.

    Dalam video yang disebarkan laman TMZ Sports, Smith terlihat memburu si pria dan menendanginya dalam posisi sudah terjatuh ke tanah dan kemudian meninjunya begitu si pria bangkit, sampai kemudian pria itu lari terbirit-birit.

    Smith memposting kejadian itu dalam video online dengan mengatakan seorang pria tak dikenal telah memecahkan jendela mobilnya. Ia menyatakan mobilnya itu tengah diparkir di area perumahan dan tidak di dekat toko apapun ketika penjarahan terjadi saat unjuk rasa itu.

    Smith mengaku memburu dan membanting si pria serta menendangnya. Dia mengatakan dia ingin memastikan bahwa tindakannya terhadap si pria yang berkulit putih itu tidak dilatarbelakangi sentimen rasis.

    "Ini bukan kejahatan karena kebencian," kata pebasket berusia 34 tahun itu.

    JR Smith sudah 14 tahun berkarier di NBA. Musim lalu cuma bermain 11 kali bersama Cleveland Cavaliers dan tidak dimainkan selama musim ini. Ia kini dalam status bebas kontrak. 

    Los Angeles adalah salah satu kota di AS yang dilanda kekerasan dan penjarahan menyusul unjuk rasa menentang kematian Floyd, yang adalah seorang pria kulit hitam yang tewas selagi ditangkap polisi di Minneapolis, Minnesota.

    Video menunjukkan polisi kulit putih bernama Derek Chauvin menekankan lututnya ke leher George Floyd selama sekitar delapan menit, demikian dilaporkan AFP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setelah Wabah Virus Corona, Pemerintah Kini Waspadai Flu Babi

    Di tengah wabah virus corona, pemerintah Indonesia kini mewaspadai temuan strain baru flu babi. Flu itu pertama kali disinggung pada 29 Juni 2020.