Pelatnas Panjat Tebing Datangkan Pembuat Jalur Internasional

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet panjat tebing Indonesia Aries Susanti Rahayu melakukan selebrasi usai memecahkan rekor kecepatan dunia saat final Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Xiamen, China, Sabtu, 19 Oktober 2019. Aries berhasil menjadi yang tercepat dan memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 6,995 detik di pantai final ketika berhadapan dengan atlet panjat tebing China, Yi Ling Song dengan catatan 9,032 detik. ANTARA

    Atlet panjat tebing Indonesia Aries Susanti Rahayu melakukan selebrasi usai memecahkan rekor kecepatan dunia saat final Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Xiamen, China, Sabtu, 19 Oktober 2019. Aries berhasil menjadi yang tercepat dan memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 6,995 detik di pantai final ketika berhadapan dengan atlet panjat tebing China, Yi Ling Song dengan catatan 9,032 detik. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mulai mengumpulkan atlet untuk menjalani pemusatan latihan di Jakarta International Climbing Wall Park, Cakung, Jakarta Timur.

    Manajer Pelatnas FPTI Hendricus Mutter mengatakan, sebagian besar atlet seperti Aries Susanti, Aspar Jailolo, dan beberapa lainnya sudah berada di Jakarta. "Mungkin pekan depan baru bisa mulai intens latihannya," ujar Hendricus saat dihubungi Tempo, Kamis, 9 Juli 2020.

    Menurut dia, Pelatnas ini bakal digelar untuk mengejar tiket Olimpiade Tokyo dalam Kejuaraan Asia di Cina pada awal Desember 2020.

    Namun, ia pun realitis karena Aries Susanti dan kawan-kawan keteteran jika harus bersaing pada nomor kombinasi antara speed, lead, dan boulder. "Kalau bisa lolos bagus, tapi jika tidak, harus berjuang lagi untuk Olimpiade selanjutnya," kata dia.

    ADVERTISEMENT

    Untuk menutup kekurangan atlet panjat tebing di nomor lead dan boulder, FPTI rencananya mendatangkan pembuat jalur dari luar negeri.

    Hendricus menyebutkan pembuat jalur yang sering membuat jalur untuk kejuaraan dunia itu bisa membantu adaptasi atlet. Menurut dia, pembuat jalur bersertifikat internasional masih minim di Indonesia jadi selama ini atlet kurang menguasai jalur yang dipertandingkan. "Kalau kita biasakan untuk buat jalur di kejuaraan dunia akan lebih menguasai trik-triknya," ungkap dia.

    Belum meratanya kemampuan atlet Indonesia pada nomor kombinasi bisa terlihat pada ajang pra-kualfikasi IFSC Combined Qualifier 2019 di Toulouse, Prancis, yang diselenggarakan pada November lalu. Dua atlet andalan yakni Aries Susanti Rahayu dan Alfian M. Fajri gagal tembus enam besar yang merupakan syarat meraih tiket Olimpiade 2020.

    Pada kejuaraan yang mempertandingkan nomor kombinasi antara lead (panjat tebing dengan belayer), speed (adu cepat), dan boulder (panjat tebing tanpa pengaman tali) itu, Aries Susanti hanya mampu finis di urutan ke-16 dan Alfian berada di peringkat ke-13.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...