Alasan Raikkonen Tak Berlutut untuk Dukung Gerakan Anti-Rasial

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Mercedes Lewis Hamilton dan Ferrari Sebastian Vettel bersama sejumlah pembalap Formula One lainnya berlutut di sirkuit Red Bull Ring sebelum dimulainya balapan F1 Austrian Grand Prix, Ahad, 5 Juli 2020. Mereka menunjukkan dukungannya terhadap gerakan anti-rasisme, Black Lives Matter. Mark Thompson/REUTERS

    Pembalap Mercedes Lewis Hamilton dan Ferrari Sebastian Vettel bersama sejumlah pembalap Formula One lainnya berlutut di sirkuit Red Bull Ring sebelum dimulainya balapan F1 Austrian Grand Prix, Ahad, 5 Juli 2020. Mereka menunjukkan dukungannya terhadap gerakan anti-rasisme, Black Lives Matter. Mark Thompson/REUTERS

    TEMPO.CO, JakartaKimi Raikkonen bersama lima pembalap lain tidak ikut berlutut sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan anti-rasial saat pembukaan bakap Formula 1 GP Australia akhir pekan lalu.

    Namun ia menolak jika dikatakan tidak mendukung gerakan anti-rasial. "Semua pembalap pasti menentang rasisme," kata Raikkonen kepada Sky Sport, Kamis, 9 Juli 2020.

    Juara dunia enam kali, Lewis Hamilton memimpin 13 pembalap lain melakukan penghormatan dengan berlutut sebagai simbol dukungan pada gerakan anti-rasial sebelum GP Austria, Minggu, 6 Juli 2020. Pembalap tim Mercedes ini membantah telah memaksa seluruh 20 pembalap melakukannya.

    Raikkonen mengaku bahwa ia merasa aneh jika sikap tidak berlutut itu dipertanyakan. “Setiap orang memiliki hak untuk melakukan apa yang mereka sukai. Agak gila terkadang untuk mempertanyakan berbagai hal, tetapi sayangnya begitulah yang terjadi."

    Hamilton mengenakan kaos Black Lives Matter, sementara 19 pembalap lainnya mengenakan End Racism.

    Raikkonen, 40 tahu, juara 2007, mengatakan kepada Sky Sports: “Saya lebih dari senang untuk membantu hal ini, tetapi setiap individu memiliki hak untuk melakukan apa yang mereka rasa paling nyaman."

    "F1 dan tim balap melakukan yang terbaik yang mereka bisa," kata pembalap Finlandia.

    Menjelang putaran kedua GP Austria, Hamilton, 35 tahun, telah bersumpah untuk terus memperjuangkan kesetaraan ras.
    “Tidak dengan cara berlutut lagi. Kita benar-benar harus terus berbicara, memanfaatkan momen untuk menyebarkan kesadaran dan terus mendorong perubahan dan itu tidak akan hilang dalam waktu dekat. Saya akan melakukan yang terbaik," katanya.

    "Bukan tujuan saya untuk berlutut saat lagu kebangsaan, tetapi saya fokus pada upaya untuk memenangkan kejuaraan ini dan juga memperjuangkan hak yang sama."

    SKY SPORT | THE SUN

      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPnBM Nol Persen, Cara Mudah Hitung Harga Mobil Baru Honda Brio

    Harga baru berlaku setelah penerapan PPnBM Nol Persen mulai Senin, 1 Maret 2021. Diskon terhadap PPnBM ini berlaku pula untuk Honda Brio.