Beda Strategi Mercedes dan Lewis Hamilton Hadapi Max Verstappen di Silverstone

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Lewis Hamilton berbincang dengan pembalap Max Verstappen setelah balapan F1 GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Ahad 2 Agustus 2020. Sayangnya rekan satu tim Hamilton, Valtteri Bottas hanya finis di urutan ke-11 setelah mengalami masalah yang sama pada ban. REUTERS/Bryn Lennon

    Pembalap Lewis Hamilton berbincang dengan pembalap Max Verstappen setelah balapan F1 GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Ahad 2 Agustus 2020. Sayangnya rekan satu tim Hamilton, Valtteri Bottas hanya finis di urutan ke-11 setelah mengalami masalah yang sama pada ban. REUTERS/Bryn Lennon

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Mercedes Lewis Hamilton mengungkap cerita bahwa dirinya sudah bersiap mengambil risiko untuk strategi one-stop untuk memenangkan seri balap F1 70 Anniversary GP di Sirkuit Silverstone, akhir pekan lalu. Rencana untuk masuk pit-stop hanya satu kali itu batal diambil setelah Mercedes melarangnya. Mercedes pun mengambil keputusan yang tepat.

    Hamilton awalnya ingin mencoba menyelesaikan balapan tanpa harus masuk pit-stop kedua. Saat itu, Hamilton berjarak 10 detik dengan pembalap Red Bull Max Verstappen. Namun, pada lap 42, ia dipanggil oleh timnya. “Saya mencoba untuk melakukan one-stop, pada akhirnya, ada banyak getaran dengan ban yang kami miliki dan saya tidak tahu apakah ban itu akan bertahan,” kata Hamilton, dikutip dari Crash, Selasa, 11 Agustus 2020.

    Hamilton akhirnya finis kedua di bawah Max Verstappen. Pembalap asal Belanda itu mampu memanfaatkan masalah keausan ban Mercedes. Juara dunia enam kali itu melewati rekan setimnya Valtteri Bottas di tengah-tengah balapan dan mendapatkan podium kedua. “Tidak hanya dengan karet, tetapi dengan ban belakang, terlalu berisiko. Itu akan menjadi akhir balapan, jadi saya pikir itu adalah keputusan yang bagus oleh tim," ujar dia.

    Lewis Hamilton menambahkan, “Saya mencoba untuk terus melaju tetapi masih banyak lap yang harus dilalui. Saya tidak bisa melakukannya pada ban lama, jadi selamat untuk Max, dia melakukan pekerjaan yang luar biasa. Itu adalah balapan yang mengasyikkan, bahkan bagi saya, dengan perjuangan kami menjaga mobil tetap di jalur dan tidak kehilangan ketenangan saya bisa kembali dan mendapatkan poin.”

    Hamilton mengakui kesulitan untuk mengejar kecepatan Max Verstappen. “Saya mencoba untuk mengatur ritme, saya mencoba untuk mengikuti Valtteri, jujur, dan saya berjuang dalam waktu sekitar tiga lap berada di belakang,” ujarnya. Ia berusaha mengelola ritme balapan untuk menjaga masalah ban di tengah suhu lintasan yang buruk. Hamilton tidak ingin insiden pecah ban pada seri GP Inggris di sirkuit yang sama terulang.

    Lewis Hamilton menambahkan, “Kami belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya. Saya tidak tahu apa yang terjadi hari ini, kami datang ke sini dengan ban yang lebih lembut yang membuat balapan lebih menarik. Tetapi pada akhirnya menyebalkan. Kami seharusnya tidak pernah melakukan one-stop dalam olahraga ini. Itu membuatnya lebih menarik saat ada lebih banyak."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.