Favorit Juara MotoGP 2020, Joan Mir Bicara Pengalaman Saat Juara Moto3

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Suzuki Ecstar Joan Mir. REUTERS/Stephane Mahe

    Pembalap Suzuki Ecstar Joan Mir. REUTERS/Stephane Mahe

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Suzuki Ecstar Joan Mir mengatakan situasi pertarungan Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 sama dengan saat ia memenangkan gelar Moto3 2017. Setelah mendaftarkan podium keenamnya musim ini di MotoGP Teruel, Ahad lalu, Mir sekarang memimpin kejuaraan dengan 14 poin dengan tiga balapan tersisa.

    Di akhir pekan balapan kedua Aragon, sejumlah pembalap menempatkan Mir sebagai favorit juara MotoGP 2020. Hal ini unik karena pembalap yang mengawali balapan di posisi ke-12 di Aragon, belum pernah memenangi balapan musim ini.

    Mir pun mengaku telah mengalami tekanan untuk menjadi juara setelah merebut gelar Moto3 pada 2017. “Ini pasti berbeda, momen yang berbeda. Bagi saya, gelar Moto3 atau gelar MotoGP nilainya sama. Jika, akhirnya, saya bisa mendapatkan gelar MotoGP, nilai yang saya berikan untuk kejuaraan Moto3 sama," katanya dikutip dari Motorsport, Rabu, 28 Oktober 2020.

    Baca juga : Spanyol Berlakukan Jam Malam Covid-19, MotoGP 2020 Berakhir Lebih Cepat?

    Joan Mir meneruskan, “Memang benar bahwa saya sedikit lebih dewasa, saya memiliki pengalaman untuk memahami tekanan yang datang, dan mengelolanya dengan baik. Jadi, saya pikir gelar itu di tahun 2017 memberi saya banyak pembelajaran."

    Sejak mengambil alih posisi puncak klasemen MotoGP, Mir menegaskan pendekatannya terhadap balapan tidak berubah. Ia tidak menetapkan juara sebagai target, melainkan ikut bersaing di papan atas klasemen. "Tetapi kami harus cepat dan selalu ketika Anda mencoba untuk menjadi cepat, Anda memiliki lebih risiko dan Anda bisa membuat kesalahan," ujarnya.

    Baca juga : MotoGP 2020: Lorenzo Savadori Gantikan Bradley Smith di 3 Balapan Seri Terakhir

    Menurut dia, “Yang penting adalah menemukan keseimbangan dan mengambil risiko untuk saat ini. Dalam balapan, itu adalah momen di mana saya pikir saya bisa mengejar dua pembalap teratas. Tapi kemudian saya melihat saya tidak melakukannya, jadi saya bertanya pada diri sendiri mengapa saya harus mempertaruhkan semuanya jika saya sudah tahu saya tidak bisa memenangkan perlombaan ini."

    Joan Mir mengatakan, “Intinya kami tidak perlu memikirkan kejuaraan di beberapa saat, seperti di lap pertama saya tidak memikirkan sama sekali tentang kejuaraan. Tapi saat melihat semua itu mungkin, Anda perlu menemukan kompromi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.