Mike Tyson Latihan Tinju di Oktagon, Mau Menjajal Bertarung Ala MMA?

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mike Tyson. (Reuters/Joe Scarnici/Handout Photo via USA TODAY Sports)

    Mike Tyson. (Reuters/Joe Scarnici/Handout Photo via USA TODAY Sports)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mike Tyson memicu desas-desus untuk menjalani debut di panggung MMA untuk pertarungan berikutnya. Rekaman latihan terbaru petinju berusia 54 tahun itu menunjukkan dia sedang melakukan sparing di Octagon.

    Sebelumnya, Tyson keluar dari pensiun untuk pertarungan eksibisi melawan Roy Jones Jr pada November 2020. Setelah itu, laki-laki berjuluk The Baddest Man on the Planet itu mengkonfirmasi rencananya untuk bertarung dan ambil bagian dalam pertarungan lain tahun ini.

    Beberapa penggemarnya sekarang yakin bahwa dia bisa mencoba peruntungannya di MMA. Pelatih MMA Rafael Cordeiro membagikan klip sparring Tyson di Octagon. Dalam rekaman tersebut, Iron Mike mendaratkan beberapa pukulan saat lawannya terjepit di kandang. Cordeiro menuliskan, "Harimau @miketyson ada di dalam kandang. Awas!"

    Iron Mike is expected to fight again in 2021

    Adapun Tyson pernah menggambarkan panggung UFC sebagai arena yang menarik. Meski begitu, ia yakin perputaran uang dalam tinju lebih baik.

    Berbicara kepada podcaster Brant James, Tyson mengatakan, "MMA akan selalu memiliki lebih banyak pandangan dan hal-hal lain daripada tinju, tetapi petinju akan selalu menghasilkan lebih banyak uang daripada petarung MMA."

    Menurut dia, perbedaan itu memang sulit diungkapkan. "Saya tidak tahu, mereka tidak menghasilkan cukup uang dalam perspektif saya. Memang ini menggairahkan dan seksi, tapi petarung UFC tidak menghasilkan cukup uang." Tyson pun mengisyaratkan untuk menjajal arena MMA sebelum kembali ke ring tinju.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.