Rionny Mainaky Ungkap Perbedaan Karakter Atlet Bulu Tangkis Jepang dan Indonesia

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rionny Mainaky. (badmintonindonesia.org)

    Rionny Mainaky. (badmintonindonesia.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky membeberkan perbedaan antara pebulutangkis Jepang dan Indonesia, baik saat berlatih maupun bertanding. Menurut Rionny, salah satu kekuatan karakter para pemain Jepang adalah kedisiplinan.

    Pelatih yang berkecimpung selama 23 tahun di bulu tangkis Jepang itu pun tak heran jika mereka bisa menjadi lawan yang sulit, bahkan cukup dominan dan ditakuti di berbagai kejuaraan tepok bulu. “Memang mereka lebih disiplin. Lalu semangat pantang menyerah karena mereka sudah terbiasa dilatih sejak kecil dari sekolah,” ujar dia, Selasa, 5 Januari 2021.

    Selain faktor kedisiplinan, tim Jepang juga menurutnya tidak mudah panik saat bertanding. Berbeda dengan Jepang, pemain-pemain Indonesia, kata dia, kerap terburu-buru sehingga mudah membuat kesalahan. Menurut Rionny, pemain Indonesia masih perlu melatih mental dan kesabarannya.

    Berkat kedisiplinan dan kerja keras, Jepang telah menunjukkan kekuatannya dalam ajang bulu tangkis dunia, bahkan menyamai posisi China yang menjadi tim yang ditakuti. Dari lima sektor, terdapat setidaknya satu wakil Jepang yang menempati ranking lima besar dunia.

    Ada Kento Momota yang duduk di posisi pertama sektor tunggal putra. Akane Yamaguchi dan Nozomi Okuhara yang masing-masing menempati peringkat ketiga dan keempat tunggal putri, serta pasangan Yuki Fukushima/Sayaka Hirota dan Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara yang kerap menjegal langkah wakil ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu di berbagai turnamen.

    Piala Thomas 2014 bisa dibilang menjadi salah satu titik balik tim Jepang. Pada saat itu, untuk pertama kalinya mereka berhasil merebut trofi yang menjadi supremasi kejuaraan bulu tangkis beregu paling bergengsi itu dari tangan Cina. Hasil itu juga memutus dominasi Cina yang menang dalam lima edisi beruntun sebelumnya.

    Mereka juga berhasil membuktikan kekuatan mereka pada ajang Kejuaraan Dunia 2018 dan 2019. Kento Momota dan Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara menjadi wakil Jepang yang berhasil meraih gelar juara dunia pada dua edisi tersebut.

    Tak hanya itu, Jepang semakin berada di puncak prestasinya saat berhasil merebut medali emas di ajang tertinggi Olimpiade 2016 Rio de Janeiro lewat Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

    Melihat prestasi yang ditorehkan Jepang, Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna lantas menunjuk Rionny untuk menangani masalah pembinaan prestasi. Ia menggantikan posisi yang sebelumnya diisi Susy Susanti. Pengalamannya melatih hingga membangun bulu tangkis Jepang diharapkan dapat dipraktikkan kepada tim Indonesia demi mengembalikan kejayaan prestasi Merah Putih di ajang tepok bulu dunia.

    Dengan jabatan barunya itu, Rionny mengaku tanggung jawab yang diembannya itu tidak mudah. Namun, ia akan bekerja semaksimal mungkin demi menghasilkan prestasi terbaik.

    “Tapi saya harapkan kerja keras ini juga muncul dari kemauan atlet bulu tangkis sendiri. Mereka harus menyadari bahwa hanya dengan latihan keras akan menghasilkan prestasi terbaik. Kalau tidak mau berlatih keras, saya kira percuma karena hanya membuang waktu dan harapan orang,” ujar Rionny.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?