Ditegur Soal Protokol Kesehatan, PB PABBSI: 4 Atlet Angkat Besi Mulai Berlatih

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lifter putra Indonesia Eko Yuli Irawan berlatih dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Angkat Besi di Mess Kwini, Jakarta, Selasa 28 Januari 2020. Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menargetkan lima lifter andalannya dapat tampil dalam Olimpiade 2020 Tokyo. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Lifter putra Indonesia Eko Yuli Irawan berlatih dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Angkat Besi di Mess Kwini, Jakarta, Selasa 28 Januari 2020. Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menargetkan lima lifter andalannya dapat tampil dalam Olimpiade 2020 Tokyo. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI), Djoko Pramono menyebutkan bahwa empat atletnya yang sempat positif Covid-19 telah mulai berlatih. Menurut dia, atlet pelatnas angkat Besi yang sempat terpapar virus corona tersebut telah sembuh. "Kejadian sudah hampir dua bulan lalu," kata Djoko saat dihubungi Tempo, Selasa, 2 Februari 2020.

    Djoko menjelaskan bahwa PABSI telah berupaya menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama atlet berada di pelatnas angkat besi. Namun, kata dia, pandemi Covid-19 telah merebak ke seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia, membuatnya sulit mengontrol aktivitas para atlet.

    Selain itu, menurut Djoko, peluang atlet terkena Covid-19 juga besar. Apalagi, kata dia, kasus di Indonesia sudah menembus angka satu juta orang terinfeksi Covid-19. "Yang penting kami bagaimana memperlakukan para atlet. Pertama, bagaimana kami menjaga atlet, kedua itu bagaimana mengatasinya. Itu yang kami kerjakan," kata dia.

    Baca juga : Atlet Pelatnas Angkat Besi Positif Covid-19, Menpora Ingatkan Protokol Kesehatan

    Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali meminta seluruh pengelola pemusatan latihan nasional untuk memperketat protokol kesehatan setelah kejadian penularan Covid-19 di Pelatnas Angkat Besi. Dia meminta setiap pengurus untuk tak mudah memberikan izin keluar bagi para atlet dan juga pengunjung.

    Politikus Partai Golkar itu menganggap, “Covid-19 makin ganas dan jangan dianggap remeh. Bertahan di dalam pemusatan latihan itu akan membuat lebih gampang memantau para atlet."

    Sebelumnya, sejumlah atlet pelatnas angkat besi dinyatakan positif Covid-19. Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto menyebutkan para atlet tersebut tertular Covid-19 setelah mereka diizinkan kembali ke daerahnya di Bandung, Jawa Barat.

    Gatot menyatakan Wakil Ketua Umum PB PABSI, Joko Pramono, terus berkomunikasi dengan pihak Kemenpora untuk melaporkan kondisi terkini. Dia pun menyatakan dari sekitar 10 atlet itu beberapa di antaranya telah dinyatakan negatif.

    Persatuan atlet angkat besi menggelar pelatnas untuk mempersiapkan Olimpiade Tokyo dan SEA Games Vietnam 2021. Indonesia telah memastikan dua atlet angkat besi mendapatkan tiket Olimpiade Tokyo, yaitu Eko Yuli Irawan (kelas 61 kg) dan Windy Cantika Aisyah (49 kg). PB PABBSI berambisi untuk menambah kuota karena sejumlah atletnya masih akan mengikuti Kejuaraan Dunia Junior di Jeddah, Arab Saudi, dan Kejuaraan Senior Asia di Uzbekistan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.