Sejarah Tinju Dunia 8 Februari: Prince Naseem Hamed Unifikasi Gelar Juara

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prence Nasheem Hamid dan Muhammad Ali. (instagram/@princenaseemhamed_)

    Prence Nasheem Hamid dan Muhammad Ali. (instagram/@princenaseemhamed_)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejarah tinju dunia hari ini, 8 Februari, mencatat salah satu kejadian menarik: Prince Naseem Hamed menyatukan gelar juara dunia kelas bulu pada 1997. Petarung asal Inggris ini dikenal sebagai sosok yang penuh warna, menarik, kontroversial, juga kerap dianggap sombong.

    Pada 1997, Naseem Hamed menjadi salah satu bintang ring tinju dunia. Usianya berusia 23 tahun dan suah menjadi juara dunia. Kala itu ia bahkan sudah menggenggam gelar juara IBO selama dua tahun dan mempertahankannya empat kali.

    Pada 1997 itu ia mendapat kesempatan menghadapi petarung Amerika, Tom Johnson, untuk penyatuan gelar. Johnson adalah pemegang sabuk IBF yang tak terkalahkan dalam lima tahun terakhir dan akan mempertahankan gelarnya untuk ke-12 kali.

    Pertarungan itu digelar di London Arena, London. Duel dijadwalkan berlangsung 12 ronde, tapi Nasheem Hamed mampu mengakhirinya lebih cepat. Ia menang TKO pada ronde kedelapan.

    Lihat videonya:

    Naseem Hamed kemudian berhasil 10 kali menang lagi sejak pertarungan itu. Dalam prosesnya ia juga mampu merebut sabuk WBC dari Caesar Coto pada 22 Oktober 1999.

    Kehebatan Nasheem Hamed akhirnya terhenti pada 7 April 2021. Ia kalah angka mutlak saat menghadapi Marco Antonio Barrera (Meksiko).

    Setelah kekalahan itu ia sempat sekali lagi naik ring dan menang angka atas Manuel Calvo (Spanyol) pada 18 Mei 2002. Habis itu ia memutuskan pensiun dengan mengantongi rekor mengesankan: 36-1 (31 KO).

    Nasheem Hamed, yang merupakan seorang muslim, kerap meneriakkan Allahu Akbar sebelum pertandingan. Ia juga dikenal karena gaya masuk panggungnya yang unik: naik karpet terbang, lift, ditandu, serta memerankan ulang video Thriller Michael Jackson, juga pernah mengenakan topeng Halloween.

    Di luar ring tinju, ia juga dikenal kontroversial. Ia pernah divonis penjara 15 bulan karena terlibat kecelakaan mobil kecepatan tinggi yang menyebabkan orang lain terluka.

    Baca Juga: Kisah Kejutan Besar Tinju Dunia: Leon Spinks Rebut Gelar Muhammad Ali

    Prince Nasheem Hamed pernah disebut sebagai petinju terkaya Inggris setelah Lennox Lewis. Ia masuk International Boxing Hall of Fame pada 2015. Pada Oktober 2020, BoxRec menempatkan Hamed diurutan 19 petinju pound-for-pound terhebat Eropa sepanjang masa dan petarung Inggris terhebat ketujuh sepanjang masa.

    BOXREC | BOXING NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.