MotoGP, Joan Mir Puas Meski Hanya Finish di Posisi Keempat

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap tim Suzuki Joan Mir (kiri) dan manajer tim Davide Brivio (kanan) (Antara/suzuki-racing.com)

    Pembalap tim Suzuki Joan Mir (kiri) dan manajer tim Davide Brivio (kanan) (Antara/suzuki-racing.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Juara Dunia MotoGP Joan Mir menyatakan puas dengan hasil balapan perdana musim ini di Sirkuit Losail, Qatar, pada Senin dinihari tadi. Mir yang memulai balapan di posisi kesepuluh berhasil menyodok ke peringkat keempat saat finish.

    Mir menyatakan hasil tersebut membuktikan kerja keras seluruh tim sepanjang pekan ini. Menurut dia, itu merupakan hasil terbaik mengingat mereka mengalami sejumlah masalah pada sesi latihan bebas dan kualifikasi.

    "Saya merasa baik. Ini merupakan balapan yang positif," ujarnya usai balapan.

    "Saya mampu pulih dari masalah yang telah membuat kami kesulitan sejak hari pertama (di Qatar). Untuk pertama kalinya sepanjang akhir pekan ini saya bisa tersenyu, meskipun ini bukan hasil terbaik."

    Dia pun menyatakan bahwa berada di posisi keempat pada balapan perdana MotoGP musim ini merupakan awalan yang baik. Dia pun berharap tim Suzuki Ecstar bisa terus berkembang sehingga dia bisa mempertahankan gelar juara tersebut.

    "Saya kira kami memiliki potensi yang baik, tetapi posisi keempat adalah cara yang baik untuk memulai musim ini dan kami harus terus berada di jalur ini dan keinginan untuk menang," kata dia.

    Baca Juga: Vinales Belum Gas Pol karena Ingat Anak dalam Kandungan

    Mir terlibat persaingan ketat dengan dua pembalap Ducati, Johann Zarco dan Francesco Bagnaia, pada akhir balapan. Ketiga pembalap hanya berselitih kurang dari 0,2 detik saat memasuki garis akhir.

    Mir yang menempati posisi ketiga sejak putaran ke-20 sempat menyalip Zarco yang berada di posisi kedua. Apes bagi Mir, ban belakangnya mengalami selip pada tikungan terakhir sehingga Zarco dan Bagnaia menyalip di tikungan akhir dan berada di depannya saat memasuki garis finihs.

    "Saya sedikit tergelincir di tikungan terakhir. Saya mampu sedikit menyelinap dan kemudian kembali menaikkan kecepatan seperti yang terlihat pada gambar," kata dia.

    "Benar saya membuka gas lebih besar, tetapi saya juga tertinggal cukup jauh dan akselerasi motor tidak buruk sebenarnya. Jika saja tak ada yang melewati saya di tikungan, seharusnya tak ada yang mendahului saya di garis lurus."

    "Saya berharap hanya satu yang melewati saya, jadi itu adalah kejutan yang tak menyenangkan bagi saya."

    Dia pun menyatakan bahwa mereka mendapatkan banyak masalah karena mencoba banyak hal baru di motor Suzuki GSX-RR tunggangannya pada sesi latihan bebas. Padahal dia telah mengetahui bahwa beberapa perangkat baru tersebut tak benar-benar membantu dan justru mengakibatkan masalah.

    Hal itu berdampak pada tak ditemukannya setelan ideal untuk Mir hingga sesi pemanasan sebelum balapan. Dia menilai hal itu sedikit terlambat karena mereka seharusnya bisa menemukan setelan yang lebih baik lagi.

    "Setelah ini hampir mirip dengan tahun lalu. Masalahnya adalah pada saat tes, sangat banyak tes yang kami lakukan, kami mencoba hal yang telah kami katakan tak berguna, itu membuat kondisi saya buruk," kata dia.

    "Ketika kami mencopotnya, kami melihat motor bisa bekerja maksimal lagi di sesi pemanasan, dengan sensasi yang baik di beberapa putaran. Kami menemukannya terlambat, tetapi kami harus menemukannya dan saya kira itu bisa menjadi modal baik untuk balapan berikutnya."

    Musim lalu Joan Mir juga gagal tampil apik di awal musim. Dia bahkan sempat tak finish dua kali dari tiga balapan awal. Akan tetapi penampilannya yang konsisten pada 10 seri selanjutnya membuat dia meraih gelar juara MotoGP 2020 dengan sempat tujuh kali naik podium.

    AS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.